Johnny Jansen Beberkan Target Bali United di Dewata Challenge 2026

Johnny Jansen Beberkan Target Bali United di Dewata Challenge 2026
Pelatih Kepala Bali United Johnny Jansen [FOTO: NET].

JAKARTA - Bali United memperoleh kesempatan untuk menguji kekuatan tim menjelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi Super League 2026-2027. Ajang pemanasan ini melibatkan klub tangguh dari luar negeri sekaligus salah satu raksasa sepak bola Indonesia lewat turnamen pramusim Dewata Challenge Series 2026.

Dalam kejuaraan yang diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, mulai 13 hingga 28 Agustus 2026 tersebut, Bali United bakal melakoni dua tantangan penting. 

Mereka dijadwalkan saling adu mekanik melawan utusan Malaysia, Sabah FC, serta salah satu klub papan atas Liga Indonesia, Persib Bandung. Rangkaian pertandingan ini menjadi fase persiapan krusial bagi Bali United sebelum terjun ke kompetisi resmi.

Berhadapan dengan rival yang mempunyai karakter permainan berbeda menghadirkan keuntungan tersendiri, mengingat para pemain dituntut untuk sanggup beradaptasi dengan beragam dinamika taktik di atas lapangan.

Ujian Kualitas dan Momentum Evaluasi

Menanggapi tantangan dari kedua tim tersebut, sang juru taktik menyadari bahwa para pesaingnya mempunyai kualitas yang patut diwaspadai.

“Saya tidak tahu persis seberapa kuat mereka saat ini, tapi Persib adalah tim yang bagus dan Sabah juga akan menjadi tim yang kuat," kata pelatih Bali United, Johnny Jansen, dikutip dari situs resmi I.League, Kamis (13/8/2026).

 "Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Namun, kondisi fisik kami semakin membaik. Saya rasa ini akan menjadi dua pertandingan yang berkualitas.”

Dua laga pramusim ini sekaligus menjadi momentum berharga bagi jajaran staf pelatih untuk melakukan evaluasi kesiapan serta kedalaman skuad secara lebih menyeluruh.

Fokus pada Pengembangan Karakter Tim

Kendati sebatas berstatus sebagai turnamen pemanasan, arsitek tim asal Belanda tersebut menegaskan bahwa anak asuhnya tidak akan berlaga tanpa tujuan jelas. Hasil manis berupa kemenangan tetap diincar, namun terdapat indikator pencapaian lain yang lebih diprioritaskan.

“Tentu saja kami ingin menang, tapi itu bukan hal utama di pramusim. Di pramusim, kami ingin mengembangkan pemain, mengembangkan tim, dan membuat tim bermain lebih baik sesuai dengan gaya yang diinginkan,” ujar Jansen.

“Itu sangat penting bagi saya. Jadi, targetnya adalah menjadi lebih baik dalam hal itu, dan tentu saja kemenangan juga diinginkan, meski bukan yang terpenting,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index