JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah pada saat ini tengah berfokus menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pelbagai daerah serta belum merencanakan pergantian pejabat yang dinilai gagal mengontrol kebakaran di kawasannya.
Saat dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Mensesneg Prasetyo menerangkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan karhutla dijalankan secara maksimal di tengah naiknya risiko kebakaran akibat fenomena El Nino.
"Sebagaimana kemarin juga kami sampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kami dukung penuh," kata Menseneg.
Saat dikonfirmasi mengenai potensi pencopotan atau pergantian pejabat Polri maupun TNI yang tak berhasil mengendalikan karhutla, Mensesneg menyebut belum terdapat wacana ke arah sana dan menekankan bahwa prioritas utama sekarang tetap pada langkah pemadaman.
Hal tersebut sebelumnya sempat diutarakan oleh Menko Polkam Djamari Chaniago pada konferensi pers Senin (10/7) terkait kebijakan pergantian Kapolda hingga Pangdam yang gagal menanggulangi karhutla.
"Kami belum sampai ke arah ke sana, yang penting kami konsentrasi dulu secepatnya untuk itu bisa diatasi," tutur Prasetyo.
Tidak hanya itu, Mensesneg turut mengimbau publik untuk memberikan dukungan serta doa bagi seluruh personel tim yang hingga kini masih terus berjuang memadamkan kobaran api di beberapa titik.
Prasetyo pun mengingatkan warga guna menghindari pelbagai tindakan yang berpotensi memicu timbulnya karhutla, khususnya di saat fenomena El Nino menghadirkan kondisi kering yang membuat api kian gampang merembet.
"Karena memang kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering. Termasuk OMC, Operasi Modifikasi Cuaca, desainnya semua kami persiapkan, tetapi secara teknis penjelasan dari Kepala BMKG tidak selalu bisa didapati kondisi yang awannya memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan," ujar Prasetyo Hadi menjelaskan.
Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya mengatasi karhutla seluas 107.000 hektare yang tersebar di beberapa area.
Perhatian khusus diarahkan ke daerah yang tergolong rawan, yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Riau.