JAKARTA - Beberapa hidangan kuliner tentu mengait rekam sejarah. Salah satu yang masih sanggup bertahan hingga hari ini adalah Iwak Wader Sambel Colek, sajian kuliner legendaris yang berasal dari kawasan destinasi wisata sejarah Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Dilansir dari National Geographic Indonesia, Senin (10/8/2026), terdapat sensasi istimewa tatkala menikmati olahan kuliner yang mengantongi riwayat sejarah nan amat panjang. Konon, sajian ini telah menjadi santapan favorit sejak era Kerajaan Majapahit, kerajaan Hindu terbesar di Nusantara.
"Iwak wader ini sudah dikenal sejak zaman Majapahit dulu," kata Cak Mat, salah satu penjual di sekitar Kolam Segaran.
Berasal dari Kolam Purbakala Segaran
Keberadaan warung-warung yang menyajikan menu Iwak Wader ini banyak dijumpai di area sekitar Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Kolam ini merupakan artefak kolam kuno peninggalan era Kerajaan Majapahit.
Mitos yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa Iwak Wader atau varian ikan kecil yang melimpah di Kolam Segaran serta aliran sungai sekitarnya telah menjadi tangkapan warga lokal sebagai lauk pauk sejak ratusan tahun silam.
"Konon sejak zaman Majapahit, menangkap ikan wader dari kolam Segaran untuk dimakan," jelasnya.
Pada masa lampau, ketika para abdi kerajaan hendak menyajikan makanan bagi keluarga kerajaan, mereka mengambil ikan-ikan kecil di Kolam Segaran untuk diolah menjadi hidangan spesial.
Oleh karena itu, pada zaman tersebut olahan sambal wader tergolong sebagai hidangan yang berkelas. Hingga saat ini, masyarakat di sekitar Kolam Segaran terus merawat resep olahan warisan tersebut.
Rahasia Kelezatan Sambel Wader Trowulan
Sajian menunya tampak sederhana, namun menyajikan cita rasa yang luar biasa. Ikan wader goreng renyah ditata di atas racikan sambal khas yang amat segar. Kekuatan rasa Nasi Wader Trowulan Segaran ini bertumpu pada sambalnya yang pedas dan segar.
Uniknya, sambal yang disajikan merupakan sambal segar yang baru digerus saat pesanan masuk. Bumbu sambal seperti cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan jeruk nipis ditumbuk dalam keadaan segar tanpa melalui proses penggorengan.
Komposisi bumbu mentah tersebut menjadikan sengatan pedasnya kian mantap kala dipadukan dengan tekstur renyah ikan wader yang digoreng garing.
Ikan-ikan kecil seukuran jari kelingking itu lantas ditabur di atas piring tanah (cowek) kecil bersama adonan sambal. Sebagai pelengkap lalapan, disajikan pula irisan ketimun, daun kemangi, serta kubis.
Sebagai ikon kuliner di Bumi Majapahit, sambal wader turut diharapkan sanggup mendongkrak roda perekonomian masyarakat di sektor pariwisata.
Keunikan lainnya, bahan ikan yang diolah merupakan ikan kecil asli dari Kolam Segaran yang dikeringkan layaknya olahan ikan laut, lalu digoreng hingga garing menggunakan resep khas masyarakat setempat.
Di luar Sambel Wader, kedai-kedai di Trowulan umumnya juga menyediakan sajian pelengkap lain seperti botok lele, botok sembukan, botok tahu-tempe, botok jeroan, pepes patin, hingga pepes belut.
Apabila Anda berkunjung ke kawasan wisata sejarah Trowulan, terasa kurang afdal jika tidak singgah dan mencicipi ikan wader.
Selain dapat menyaksikan situs arkeologi era Majapahit dengan deretan bangunan dan candinya, mencicipi sajian khas Majapahit juga akan membawa kami pada suasana kehidupan pada masa tersebut.