JAKARTA — PT Syailendra Capital menawarkan investasi emas melalui Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) dengan besaran nilai transaksi minimum sekitar Rp100.000. Instrumen ETF emas tersebut resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026).
XSGO merupakan produk ETF berbasis emas dengan underlying berupa Electronic Gold Receipt (EGR) yang ditopang oleh emas fisik berstandar 99,5% LBMA atau 99,9% SNI. Produk ini mengombinasikan karakteristik reksa dana dengan sistem perdagangan menyerupai saham di bursa.
Chief Executive Officer Syailendra Capital Fajar R. Hidajat memaparkan bahwa peluncuran XSGO ditujukan guna memberikan alternatif investasi emas yang lebih praktis, transparan, serta efisien bagi para investor.
“Melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya,” kata Fajar, Senin (10/8/2026).
XSGO dapat diakses melalui dua opsi mekanisme. Pada pasar primer, pemodal dapat melakukan pembelian lewat PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan batas minimum pembelian setara 500 gram emas atau berkisar Rp1,5 miliar, mengacu pada asumsi harga emas Rp3 juta per gram.
Sementara itu, investor ritel dapat menjangkau XSGO melalui pasar sekunder dengan batas transaksi minimum satu lot atau 100 unit, yang nilainya berada di kisaran Rp100.000. Proses transaksi dilakukan melalui perusahaan efek atau broker.
Menerapkan mekanisme tersebut, pemodal tidak perlu membeli maupun menyimpan emas fisik secara langsung. Emas yang menjadi underlying EGR XSGO disiapkan serta disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider.
Pegadaian turut menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu acuan dalam kalkulasi nilai XSGO. Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk. menjalankan peran sebagai bank kustodian yang mengeksekusi fungsi penatausahaan atas aset ETF sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dari aspek biaya transaksi, struktur ETF emas ini juga dirancang untuk menghadirkan efisiensi. Pegadaian mengupayakan spread harga beli dan jual di kisaran 2% sampai 3% merujuk pada harga acuan.
Angka tersebut dinilai relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan spread pembelian emas digital lewat platform maupun emas fisik yang dapat menyentuh 7% hingga 9%.
XSGO juga dikelola mengacu pada prinsip syariah, sehingga menjadi pilihan alternatif bagi pemodal yang hendak memperoleh eksposur terhadap instrumen emas melalui sarana pasar modal yang memenuhi ketentuan tersebut.
Syailendra Capital menyatakan bahwa peluncuran XSGO dieksekusi di tengah meningkatnya atensi investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio.
Mengacu pada data, harga emas membukukan pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam rentang 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak 5 kali sepanjang kurun 2014–2025.
Lewat peluncuran XSGO, Syailendra Capital turut berkomitmen mendorong tingkat edukasi masyarakat mengenai investasi berbasis emas, mencakup karakteristik ETF emas syariah, tata cara berinvestasi, hingga peran emas dalam strategi pemeliharaan diversifikasi portofolio.