JAKARTA - Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah konsisten menjaga ketercukupan pasokan cabai menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang salah satunya direalisasikan lewat program penanaman cabai rawit mencakup area seluas 35 hektare di Kabupaten Temanggung.
Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Jumat, mengutarakan bahwa khusus untuk komoditas cabai, fase awal penanaman seluas 20 hektare telah dilaksanakan di kawasan Kecamatan Selopampang serta Kecamatan Kaloran.
"Program yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut dilaksanakan dengan pendampingan kepada kelompok tani di Kabupaten Temanggung," katanya.
Ia menyebutkan, penentuan jadwal tanam pada rentang Juli hingga Agustus 2026 sengaja dirancang supaya masa panen jatuh pada bulan November, Desember, sampai Januari.
Kurun waktu tersebut merupakan momen di mana lonjakan permintaan cabai kerap terjadi, sedangkan tingkat produksi di tingkat petani cenderung merosot sehingga berisiko mengerek kenaikan harga.
Ia menerangkan, penempatan lokasi tanam difokuskan pada lahan persawahan yang memiliki pasokan air memadai dan ditopang infrastruktur irigasi.
Sebagian besar lahan berlokasi di Kecamatan Selopampang, sedangkan sisanya terbagi di Kecamatan Kaloran. Pihak penyelenggara pun telah memastikan kesiapan pasokan air guna mendukung tumbuh kembang tanaman.
Menurut penjelasannya, sasaran total dari program ini mencakup luasan 35 hektare. Usai penanaman tahap pertama seluas 20 hektare, pengerjaan bakal disambung dengan penanaman susulan sekitar 15 hektare pada tahap selanjutnya.
Lewat program ini, ungkapnya, para kelompok tani tidak sekadar menerima benih cabai, melainkan juga memperoleh aneka sarana produksi mencakup mulsa plastik, pupuk, hingga bimbingan budidaya.
Fasilitas mulsa plastik diharapkan masih bisa difungsikan kembali pada periode tanam berikutnya sehingga memberi nilai tambah yang berkelanjutan bagi petani.
Ia menambahkan, produk panen cabai dari program ini ke depannya diprioritaskan guna mencukupi permintaan pasar di wilayah Jawa Tengah. Tiap hasil panen bakal didata, lalu disalurkan ke pasar lokal di dalam provinsi, baik melalui koordinator lapangan maupun jaringan pedagang daerah di Temanggung.
"Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan cabai di Jawa Tengah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di pasaran," katanya.