JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot terperosok pada awal sesi perdagangan Jumat (11/9/2026). Kurs rupiah mengawali transaksi pada posisi Rp 17.585 per dollar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bloomberg, rupiah melandai 0,22 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 17.547 per dollar AS.
Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Peso Filipina mencatatkan penurunan paling dalam di Asia usai tergerus 0,32 persen.
Dollar Taiwan melemah 0,26 persen dan ringgit Malaysia menyusut 0,19 persen. Selanjutnya, baht Thailand ikut terkoreksi 0,13 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan Asia setelah terangkat 0,21 persen.
Laju penguatan berikutnya dibukukan oleh yen Jepang yang naik 0,04 persen serta yuan China yang merangkak naik 0,02 persen. Adapun dollar Singapura menguat tipis 0,008 persen. Kemudian, dollar Hong Kong naik tipis 0,006 persen terhadap dollar AS pada sesi perdagangan pagi ini.
Seirama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami koreksi pada transaksi Jumat pagi ini. Hingga pukul 09.29 WIB, indeks tertahan di area 6.484,786, atau tergerus 104,552 poin (1,59 persen) ketimbang penutupan sebelumnya.
Pada pembukaan pasar, IHSG sempat hinggap pada level 6.552,792. Indeks lantas meluncur turun hingga menyentuh titik terendah di level 6.462,960 sebelum akhirnya bertahan pada posisi 6.484,786.
Aksi lepas saham tecermin dari mayoritas emiten yang bergerak melemah. Sebanyak 533 saham terkoreksi, sedangkan 81 saham menguat dan 114 saham lainnya bertahan stagnan.
Sementara itu, nilai transaksi perdagangan mencapai sekitar Rp 4,508 triliun dengan melibatkan volume 10,243 miliar saham. Total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 582.687 kali.