JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama dengan penurunan tajam pada Jumat (11/9/2026). Pergerakan indeks terkoreksi hingga 98,428 poin atau tergerus 1,49 persen menuju area 6.490,910.
Awalnya, IHSG dibuka pada titik 6.552,792 dan sempat menyentuh level tertinggi di posisi yang sama dengan pembukaan, sebelum akhirnya meluncur turun hingga ke area terendah di posisi 6.462,960. Tekanan aksi jual tampak sangat mendominasi dinamika pasar.
Dari keseluruhan jajaran saham yang ditransaksikan, sebanyak 521 saham bergerak melemah, 133 saham berhasil menguat, dan 131 saham sisanya memilih bergerak stagnan.
Di samping itu, investor asing memposting aksi jual bersih atau net sell bernilai Rp428,96 miliar selama sesi pertama perdagangan berlangsung.
Tekanan pelepasan oleh pemodal asing paling masif melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Emiten BBCA mencatatkan nilai net foreign sell mencapai Rp311,71 miliar, dengan volume aksi jual bersih mencapai 49,37 juta lembar saham.
Berada di posisi berikutnya setelah BBCA, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi sasaran net sell asing terbesar kedua, yaitu sebesar Rp99,73 miliar dengan jumlah volume 104,63 juta lembar saham.
Selanjutnya, aksi lego asing menyasar PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bernilai Rp50,63 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp35,91 miliar.
Laju tekanan jual asing turut menimpa PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp34,44 miliar, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) sejumlah Rp26,31 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp20,80 miliar.
Berikutnya, pemodal asing membukukan net sell pada emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp19,51 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp17,29 miliar, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp16,39 miliar, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) senilai Rp16,20 miliar.
Emiten lain yang tak luput dilepas oleh investor asing adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan raihan net sell sebesar Rp15,80 miliar.
Kemudian, PT Timah Tbk (TINS) tercatat senilai Rp15,60 miliar, PT MNC Land Tbk (KPIG) sebesar Rp12,44 miliar, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp11,35 miliar.
Aksi pelepasan oleh asing pun berlanjut pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp10,33 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar Rp10,20 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sejumlah Rp10,20 miliar, hingga PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) senilai Rp8,92 miliar.