Pembiayaan Mikro dan Kecil BSI Tumbuh 20 Persen Jadi Rp26,86 Triliun

Pembiayaan Mikro dan Kecil BSI Tumbuh 20 Persen Jadi Rp26,86 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membukukan penyaluran pembiayaan sektor usaha mikro dan kecil hingga sebesar Rp26,86 triliun sampai dengan posisi Juni 2026. Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 20 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama yang secara konsisten terus dipacu oleh perseroan.

"Saat ini telah disalurkan sebesar Rp 26,86 Triliun atau tumbuh 20 persen secara year on year," jelas Anggoro dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Apabila dihitung secara keseluruhan, total porsi pembiayaan UMKM BSI menembus angka Rp55,17 triliun per Juni 2026. Realisasi tersebut setara dengan pencapaian rasio pembiayaan UMKM sebesar 33,65 persen, yang secara langsung berhasil melampaui ketentuan target awal sebesar 30 persen.

"Saat ini kami telah memenuhi rasio pembiayaan UMKM sekitar 33,65 persen dari target yang ditetapkan 30 persen ," kata Anggoro.

Hingga kini, basis nasabah BSI dari kalangan pelaku UMKM tercatat telah menembus lebih dari 340.000 orang yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

Anggoro menjelaskan bahwa BSI secara berkelanjutan memperkokoh porsi pembiayaan UMKM melalui skema pemetaan kategori bisnis, optimalisasi pengucuran dana, hingga pemantauan (monitoring) yang ketat. 

Langkah sistematis ini dijalankan guna menjaga tingkat kualitas pembiayaan sekaligus mengawal keberlanjutan roda usaha para nasabah.

Di samping itu, BSI memperluas ekosistem UMKM melalui fasilitas BSI UMKM Center. Langkah pengembangan tersebut mencakup pembentukan hub bisnis, pendampingan dalam pengurusan sertifikasi halal, hingga memfasilitasi pelaku UMKM untuk tampil pada ajang pameran skala nasional maupun internasional.

Selain penyediaan modal kerja, BSI turut mendorong modernisasi digitalisasi usaha lewat jajaran platform digital, seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, hingga BYOND by BSI.

Menurut pandangan Anggoro, adopsi teknologi digital secara langsung dapat membantu para pelaku UMKM menggenjot omzet sekaligus mengadaptasi bisnis mereka terhadap perubahan ekonomi digital.

"Hal inilah yang terus kami kembangkan melalui UMKM agar mampu membangun lapangan kerja baru melalui brand lokal, usaha ekonomi kreatif didukung digital layanan yang mumpuni bersama BSI," ujarnya.

BSI juga menegaskan komitmennya untuk selalu menghadirkan skema pembiayaan yang presisi sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha serta berlandaskan prinsip-prinsip syariah.

"Perseroan berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan sesuai prinsip syariah untuk membantu para pengusaha meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta memperkuat struktur permodalan," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index