JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang perdagangan sesi I, Kamis (3/9/2026). Pergerakan indeks komposit tersebut didorong oleh menguatnya mayoritas saham dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG mencatatkan kenaikan 1,03% atau bertambah 67,78 poin menuju level 6.663. Pada rentang perdagangan sesi I ini, indeks terus bertahan di area positif dengan pergerakan di kisaran 6.614 sampai 6.669. Adapun volume perdagangan pasar menyentuh 22,48 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp9,93 triliun.
Sampai penutupan sesi I, tercatat 438 saham mengalami penguatan, 223 saham terintegrasi di area merah, dan 302 saham bergerak stagnan. Sebanyak sembilan dari 10 saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar kompak menguat.
Deretan saham tersebut mencakup BBRI yang menguat 0,59% ke level Rp3.410, DCII terangkat 0,07% ke Rp200.200, BYAN naik 0,73% ke Rp13.800, BREN naik 0,90% ke Rp3.380, serta BMRI yang menanjak 1,38% ke Rp4.420.
Selanjutnya, emiten AMMN melaju 2,11% ke harga Rp4.360, MORA terangkat 0,93% ke Rp5.450, TLKM menguat 0,77% ke Rp2.610, dan DSSA naik 1,29% menuju Rp1.180. Di sisi lain, saham berkapitalisasi pasar paling jumbo, BBCA, tertahan stagnan di posisi Rp6.675 pada sesi I.
Pergerakan ini berbalik arah dari penutupan perdagangan Rabu (2/9), saat IHSG melemah tipis 0,06% atau berkurang 4,17 poin ke posisi 6.595.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menerangkan bahwa secara teknikal laju IHSG berada pada fase upward trajectory meski sempat diwarnai koreksi wajar. Ditinjau dari indikatornya, MAs20&60 mengindikasikan kondisi bullish crossover, sementara Stochastics K_D beserta RSI memancarkan sinyal positif.
"Sentimen IHSG pada perdagangan Kamis, 3 September 2026 diproyeksikan variatif dengan kecenderungan menguat, memanfaatkan katalis positif dari bursa global serta stabilisasi pasar komoditas," kata Nafan dalam riset hariannya, Kamis (3/9/2026).
Nafan menyebutkan, sepanjang sesi I ini penguatan harga komoditas batu bara sukses mengerek saham emiten di sektor terkait, seperti PTBA yang melonjak 6,3%, AADI terangkat 5,6%, serta BUMI yang naik 2,9%.
Nafan memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan berada pada kisaran area support 6.552 dan 6.453, serta area resistance di rentang 6.695 dan 6.780.
"Ke depannya, investor domestik akan mencermati data nonfarm payrolls AS pada Jumat dan inflasi AS pekan depan, karena kedua data tersebut berpotensi menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed sekaligus volatilitas IHSG dalam jangka pendek," tandasnya.