IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.599 Ditopang Saham BBCA hingga BREN

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.599 Ditopang Saham BBCA hingga BREN
Indeks harga saham gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (1/9/2026) di zona hijau. Kenaikan indeks disokong oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBCA, BBRI, hingga BREN yang berhasil menguat.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG terangkat 1,14 persen atau bertambah 74,46 poin ke posisi 6.599,94. Sepanjang sesi transaksi, indeks terus konsisten bergerak di area positif dengan rentang dari level 6.535 sampai 6.608.

Sebanyak 420 saham mengakhiri sesi dengan penguatan, 233 saham tertekan di zona merah, dan 310 saham berada di posisi stagnan. Perdagangan hari ini mencatatkan volume transaksi sebesar 50,06 miliar saham dengan nilai mencapai Rp20,07 triliun, sementara kapitalisasi pasar meningkat hingga Rp11.531 triliun.

Jajaran saham big caps yang menjadi penopang laju indeks hari ini meliputi BBCA yang terangkat 1,93 persen ke posisi Rp6.600, BBRI melonjak 4 persen ke angka Rp3.380, BREN menguat 3,01 persen ke level Rp3.420, BMRI menguat 2,13 persen ke level Rp4.320, AMMN naik 0,69 persen ke angka Rp4.360, serta TLKM yang menguat 0,38 persen ke posisi Rp2.610.

Selain itu, saham DSSA turut ditutup terangkat 2,25 persen ke angka Rp1.135, ASII menguat 2,50 persen ke posisi Rp4.920, TPIA menguat 2,30 persen ke level Rp2.000, SRAJ naik 2,55 persen ke level Rp14.050, dan BRPT mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 2,52 persen ke angka Rp1.830.

Sebaliknya, beberapa saham yang mengalami pelemahan mencakup BYAN yang terkoreksi 0,18 persen ke level Rp14.050, DCII merosot 3,95 persen ke angka Rp192.200, MORA turun 1,80 persen ke posisi Rp5.450, EMAS melemah 8,33 persen ke angka Rp8.800, serta BRMS yang tertekan 2,67 persen ke level Rp730.

Sebagai informasi, pada perdagangan Senin (31/8), IHSG juga berhasil menguat tipis 0,11 persen setelah sebelumnya sempat tertekan pada awal sesi.

Tim riset Sinarmas Sekuritas memaparkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah mencermati dan menantikan arah kebijakan suku bunga acuan (Fed Rate) dari Bank Sentral AS.

"Pergerakan indeks masih cenderung volatile di tengah sentimen global yang dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan kenaikan harga minyak," tulis analis dalam riset.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index