IHSG Melemah Tipis di Sesi I, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed

IHSG Melemah Tipis di Sesi I, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak hampir tidak bergerak pada penutupan sesi pertama perdagangan awal pekan ini. Pada sesi I di penghujung Agustus ini, IHSG terkoreksi tipis 0,01 persen atau turun 0,88 poin menuju posisi 6.517,17.

Selama jalurnya di sesi pertama, IHSG dominan berada di zona merah dan sempat menyentuh titik terendahnya di level 6.476.

IHSG hanya bergerak sejenak di atas posisi awal pembukaannya dan sempat menggapai titik tertinggi di angka 6.525,11.

Pada paruh pertama perdagangan hari ini, transaksi IHSG membukukan nilai sebesar Rp 10,32 triliun dengan jumlah volume mencapai 26,36 miliar saham. 

Tercatat sebanyak 392 saham berhasil menguat di zona hijau, sementara 229 saham mengalami penurunan di zona merah, dan 166 saham lainnya bergerak stagnan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus memaparkan bahwa bursa di kawasan Asia bergerak melemah. Hal ini dipicu oleh sentimen dari pernyataan hawkish Ketua The Fed serta eskalasi ketegangan AS-Iran yang kembali memanas sehingga memicu kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dan laju inflasi.

"Pasar cenderung berhati-hati setelah Ketua The Fed Kevin Warsh mengulangi fokusnya bahwa bank sentral perang melawan inflasi, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga," kata dia dalam risetnya, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan, penyampaian hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menyalakan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September mendatang. 

Lewat pidatonya di forum Jackson Hole pada hari Jumat, Warsh menegaskan bahwasanya tingkat inflasi belum melambat secara signifikan serta mengutarakan kembali komitmen The Fed untuk mengarahkan inflasi kembali pada target 2 persen.

Warsh turut menggarisbawahi bahwa kondisi keuangan saat ini belum berada pada level yang ketat. Berdampingan dengan hal tersebut, tekanan pada sentimen pasar makin bertambah akibat lonjakan harga minyak dunia usai militer Amerika Serikat (AS) mengincar peluncur roket Iran yang disinyalir bersiap menebar ranjau di wilayah Selat Hormuz.

Sedangkan dari lingkup domestik, pelemahan pergerakan IHSG selain diseret oleh dinamika eksternal, juga dipengaruhi oleh aksi rebalancing indeks MSCI yang berlaku mulai hari ini.

"Diperkirakan bakal memberi tekanan jual teknis pada emiten yang dikeluarkan dari daftar konstituen," tutup dia.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index