JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi pertama, Kamis (27/8/2026). IHSG naik 0,72 persen atau 45,9 poin ke kisaran level 6.451, dengan nilai transaksi menembus Rp 6,2 triliun.
Penguatan IHSG pada sesi pertama disokong oleh jajaran saham unggulan, utamanya dari sektor energi serta komoditas.
Di jajaran saham LQ45, PT Indika Energy Tbk (INDY) menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 3 persen atau 80 poin ke level Rp 2.730 per saham.
Saham INDY tercatat ditransaksikan sebanyak 110.900 kali dengan total nilai transaksi Rp 30,1 miliar. Saham tersebut sempat menyentuh posisi puncak Rp 2.760 dan dasar Rp 2.610 per saham.
Selain INDY, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menanjak 2,9 persen atau 12 poin menuju level Rp 432 per saham.
Saham DEWA ditransaksikan sebanyak 2 juta kali dengan nilai transaksi menyentuh Rp 87,4 miliar. Posisi tertinggi bertengger di Rp 436 dan terendah Rp 414 per saham.
Kemudian, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terkerek 2,1 persen atau 50 poin ke level Rp 2.470 per saham. Saham PTBA mencatatkan 147.700 kali transaksi dengan nilai Rp 36,4 miliar. Saham tersebut bergerak pada rentang Rp 2.400-Rp 2.500 per saham.
Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 masih tertahan di zona merah. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 0,8 persen atau 40 poin ke level Rp 3.640 per saham.
BBNI tercatat diperdagangkan sebanyak 151.000 kali dengan nilai transaksi Rp 56,3 miliar. Saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp 3.670 dan terendah Rp 3.620 per saham.
Sementara itu, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bertahan stabil di level Rp 204 per saham. Saham SCMA diperdagangkan sebanyak 481.100 kali dengan nilai transaksi Rp 9,8 miliar, dengan posisi tertinggi Rp 206 dan terendah Rp 199 per saham.
Adapun saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) juga terpantau stagnan di level Rp 605 per saham. Saham ESSA ditransaksikan sebanyak 279.100 kali dengan nilai transaksi Rp 16,8 miliar.
Di pasar valas, nilai tukar rupiah masih dibayangi tekanan. Berdasarkan data pasar spot, rupiah bertengger di level Rp 17.759 per dollar AS, terdepresiasi 0,19 persen atau 34 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.695 per dollar AS.