Update Harga Emas Hari Ini 21 Agustus 2026: Antam, Galeri 24, UBS

Update Harga Emas Hari Ini 21 Agustus 2026: Antam, Galeri 24, UBS
Ilustrasi emas Antam [FOTO: NET].

JAKARTA – Pergerakan harga emas domestik pada Jumat (21/8/2026) terpantau tidak mengalami pergeseran signifikan. Patokan harga emas Antam di Logam Mulia bertahan, sedangkan varian harga emas Galeri 24, Antam, serta UBS di Pegadaian juga cenderung stabil.

Berdasarkan publikasi di portal resmi Logam Mulia, pecahan emas Antam 1 gram pada Jumat (21/8/2026) dipatok pada level Rp 2.725.000 per gram. Angka tersebut tidak bergeming jika dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya yang juga berada di posisi Rp 2.725.000 per gram.

Di samping itu, nilai buyback emas Antam hari ini bertahan di angka Rp 2.585.000 per gram, masih persis sama dengan perolehan pada sesi transaksi sebelumnya.

Daftar harga emas Antam Logam Mulia per Jumat (21/8/2026) merujuk data pembaruan pukul 08.30 WIB:

0,5 gram: Rp 1.412.500

1 gram: Rp 2.725.000

2 gram: Rp 5.390.000

3 gram: Rp 8.060.000

5 gram: Rp 13.400.000

10 gram: Rp 26.745.000

25 gram: Rp 66.737.000

50 gram: Rp 133.395.000

100 gram: Rp 266.712.000

250 gram: Rp 666.515.000

500 gram: Rp 1.332.820.000

1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.665.600.000

Sementara itu, pergerakan harga emas di Pegadaian pada Jumat (21/8/2026) siang menunjukkan adanya penyesuaian jika dibandingkan rincian pembaruan pada Jumat pagi.

Mengacu pada perbaruan data Pegadaian, nilai emas Galeri 24 ukuran 1 gram terkoreksi naik Rp 1.000 menjadi Rp 2.699.000 per gram.

Adapun emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian berada di angka yang sama, yaitu Rp 2.766.000 per gram. Di sisi lain, harga emas UBS ukuran 1 gram mengalami penurunan Rp 4.000 menjadi Rp 2.768.000 per gram.

Pergeseran juga mewarnai nilai buyback emas di Pegadaian. Patokan buyback emas Galeri 24 ukuran 1 gram menguat Rp 6.000 menjadi Rp 2.549.000 per gram. 

Untuk buyback emas Antam terangkat Rp 5.000 menjadi Rp 2.536.000 per gram, serupa dengan buyback emas UBS yang naik Rp 5.000 ke posisi Rp 2.536.000 per gram.

Rincian harga emas Galeri 24 di Pegadaian:

0,5 gram: Rp 1.415.000

1 gram: Rp 2.699.000

2 gram: Rp 5.333.000

5 gram: Rp 13.234.000

10 gram: Rp 26.397.000

25 gram: Rp 65.637.000

50 gram: Rp 131.170.000

100 gram: Rp 262.211.000

250 gram: Rp 653.916.000

500 gram: Rp 1.307.831.000

1.000 gram (1 kilogram): Rp 2.615.662.000

Rincian harga emas Antam di Pegadaian:

0,5 gram: Rp 1.435.000

1 gram: Rp 2.766.000

2 gram: Rp 5.471.000

3 gram: Rp 8.181.000

5 gram: Rp 13.601.000

10 gram: Rp 27.147.000

25 gram: Rp 67.739.000

50 gram: Rp 135.396.000

100 gram: Rp 270.713.000

Rincian harga emas UBS di Pegadaian:

0,5 gram: Rp 1.496.000

1 gram: Rp 2.768.000

2 gram: Rp 5.493.000

5 gram: Rp 13.575.000

10 gram: Rp 27.005.000

25 gram: Rp 67.380.000

50 gram: Rp 134.484.000

100 gram: Rp 268.861.000

250 gram: Rp 671.953.000

500 gram: Rp 1.342.328.000

Ditinjau dari transaksi internasional, harga emas bergerak melandai pada penutupan sesi Kamis (20/8/2026) waktu setempat atau Jumat (21/8/2026) pagi WIB, seusai sempat melorot pada sesi sebelumnya.

Mengutip laporan Reuters, harga emas pasar spot terkikis tipis 0,1 persen menuju 4.516,19 dollar AS per ons, setelah sebelumnya sempat melorot hingga menyentuh 4.450,08 dollar AS per ons.

Walau tertekan, posisi harga emas dunia ini tidak terpaut jauh dari titik tertinggi sejak 2 Juni 2026 yang sempat dijangkau pada awal sesi. Sementara emas berjangka AS ditutup menguat 0,6 persen ke level 4.571,40 dollar AS per ons.

Pada perdagangan hari sebelumnya, harga logam mulia ini sempat meroket lebih dari 4 persen menyusul penurunan tajam kurs dollar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS, imbas langkah Departemen Keuangan AS yang mengumumkan rencana peningkatan buyback obligasi jangka panjang.

Pengamat pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff menyebut pergerakan harga emas sempat terbayangi aksi profit taking pasca penguatan tajam pada sesi terdahulu. 

Risalah rapat The Fed yang terindikasi hawkish serta lonjakan harga minyak ke level tertinggi dalam rentang tiga pekan turut membayangi harga emas akibat terpemicunya kecemasan inflasi.

Akan tetapi, tekanan penurunan emas sedikit tertahan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengemukakan potensi penambahan porsi buyback obligasi pemerintah AS yang diproyeksikan bisa menembus lebih dari 4 miliar dollar AS di tiap penerbitannya.

Analis independen Tai Wong menilai bahwa prospek penurunan suku bunga riil jangka panjang menjadi salah satu elemen pendorong utama bagi emas.

Emas tetap dinilai sebagai pilihan instrumen lindung nilai (safe haven) terhadap gejolak inflasi. Meski begitu, tren kenaikan suku bunga berpotensi menggerus daya pikat emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan hasil imbalan (non-yielding).

Catatan rapat The Fed periode Juli 2026 yang dirilis Rabu memperlihatkan beberapa penentu kebijakan masih mencemaskan laju inflasi, sehingga beberapa pejabat tetap membuka opsi untuk menaikkan suku bunga kembali.

Mengacu pada indikator CME FedWatch Tool, mayoritas pelaku pasar memproyeksikan probabilitas sebesar 67,4 persen bahwa The Fed bakal menahan tingkat suku bunga pada perjumpaan September mendatang. 

Morgan Stanley memproyeksikan harga emas masih mengantongi peluang kenaikan untuk jangka panjang, kendati dinamika harganya diprediksi bakal diwarnai volatilitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index