Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.747 per Dolar AS pada 20 Agustus 2026

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.747 per Dolar AS pada 20 Agustus 2026
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah menghadapi dolar AS mengakhiri sesi perdagangan dengan mencatatkan penguatan pada Kamis (20/8/2026). Pergerakan positif rupiah hari ini berjalan selaras dengan tren penguatan yang dialami deretan mata uang lainnya di kawasan Asia.

Adapun posisi nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup terangkat 0,52% menuju level Rp17.747.

Selain rupiah, penguatan turut membalut baht Thailand yang merangkak 0,21%, ringgit Malaysia menguat 0,41%, yuan China naik 0,11%, serta rupee India yang terangkat 0,08%. Tren serupa berembus pada peso Filipina yang naik 0,27%, dolar Taiwan menguat 0,03%, dan dolar Singapura yang naik tipis 0,01%.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memaparkan bahwa penurunan indeks dolar AS pada hari ini dipicu oleh sikap waspada pasar yang mengantisipasi potensi kebuntuan berkepanjangan di kawasan Selat Hormuz, menyusul pernyataan Trump terkait rencana penerapan pembatasan ekonomi lanjutan yang lebih ketat terhadap Iran dari pihak AS.

Sektor ekspor minyak Iran saat ini dikonfirmasi telah dijatuhi sanksi oleh AS. Tak hanya itu, pihak AS juga telah melancarkan tindakan blokade angkatan laut menyasar negara tersebut di tengah kecamuk konflik yang tengah berlangsung.

“Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan adanya penurunan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, karena sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur perairan vital tersebut akibat tidak adanya sinyal yang jelas mengenai pembukaan kembali jalur itu setelah sempat ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran,” kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).

Di samping itu, catatan risalah rapat The Fed edisi Juli turut menunjukkan pandangan mayoritas pembuat kebijakan yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan bilamana laju inflasi bergeming melandai.

Sementara dari dinamika domestik, para pelaku pasar dinilai memberikan respons positif atas wacana pemerintah mengenai pemangkasan kuota BBM bersubsidi pada 2027. Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu landasan pemerintah guna menetapkan porsi penurunan subsidi BBM tertentu pada 2027.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” tegas Ibrahim.

Untuk alur perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan laju rupiah bakal bergerak fluktuatif tetapi menyimpan kecenderungan ditutup menguat di rentang Rp17.700—Rp17.750 per dolar AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index