Gelar FERBI 2026, BI Edukasi Pengelolaan Uang Rupiah Berkelanjutan

Gelar FERBI 2026, BI Edukasi Pengelolaan Uang Rupiah Berkelanjutan
Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 guna mengajak warga masyarakat untuk lebih mendalami perjalanan mata uang rupiah, mengerti krusialnya memelihara kualitas serta integritas rupiah, sekaligus menyaksikan ragam terobosan kemajuan pengelolaan uang rupiah (PUR) yang modern dan berkesinambungan.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Anwar Bashori, menegaskan bahwa BI konsisten memperkokoh tata kelola uang rupiah demi menjamin ketersediaan uang yang bermutu tinggi dan tepercaya di segenap penjuru Indonesia, di tengah maraknya pertumbuhan transaksi secara nontunai.

“Dalam pengelolaan uang Rupiah, BI tidak hanya berfokus pada pencetakan dan pengedaran uang, tetapi mencakup seluruh rangkaian pengelolaan, mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran dan pengedaran, pencabutan dan penarikan, hingga pemusnahan uang,” kata Anwar ketika ditemui media usai acara pembukaan Ferbi 2026 di Istora Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ajang FERBI 2026 mendorong masyarakat untuk mengukuhkan komitmen agar kian Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Sikap ini diwujudkan lewat perbuatan merawat serta menjaga fisik rupiah, rasa “Bangga Rupiah" dengan memakainya pada tiap transaksi sebagai simbol kedaulatan tanah air, serta “Paham Rupiah".

Melalui pemahaman atas andil rupiah dalam roda perekonomian, warga dapat memanfaatkannya secara cermat demi menopang iklim ekonomi Indonesia.

Pameran tersebut turut membawa pengunjung mengenal sejarah panjang tata kelola uang rupiah sekaligus mengamati transformasi teknologi maupun infrastruktur pendukungnya.

Anwar memaparkan bahwa pendirian komitmen BI dalam pengelolaan uang amat krusial guna memastikan warga di seluruh pelosok Indonesia tetap mengantongi uang rupiah dalam jumlah mencukupi beserta mutu yang terjaga.

Merujuk pada paparan data milik BI, peredaran uang tunai pada saat ini berada pada kisaran angka 20 persen dari pusat, sedangkan porsi terbesarnya telah didominasi oleh instrumen pembayaran non-tunai.

Kendati demikian, keberadaan uang fisik tetap memegang peranan penting di dalam aktivitas perekonomian warga. Tercatat lebih dari separuh penduduk Indonesia masih bergantung pada uang tunai sewaktu bertransaksi.

Oleh sebab itu, BI tetap memegang teguh komitmen untuk menjamin pengelolaan Rupiah berjalan secara maksimal, baik dari segi mutu kualitas, sistem keamanan, maupun pola distribusinya ke seluruh pelosok Nusantara.

“Karena tidak sembarangan, pengedaran uang bukan hanya satu nyetak kemudian mengedarkan saja, bukan, tapi mengedarkan dari seluruh Indonesia di seluruh pelosok, bahwa masyarakat di Indonesia itu bisa mendapatkan uang rupiahnya berkualitas dan terpercaya,” katanya.

Melalui program edukasi rupiah yang dicanangkan BI lewat ajang Ferbi 2026 ini, diharapkan sanggup mencetak tatanan masyarakat yang sehat, cerdas dalam finansial, serta mandiri berdaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index