IHSG Ditutup Naik 1,69% ke 6.373, Saham CUAN hingga BRPT Melesat

IHSG Ditutup Naik 1,69% ke 6.373, Saham CUAN hingga BRPT Melesat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (12/8/2026) di zona hijau. Laju penguatan IHSG hingga penutupan pasar turut ditopang oleh kenaikan sejumlah saham unggulan seperti CUAN, ISAT, dan BRPT.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG parkir melambung 1,69 persen menuju level 6.373,85. 

Posisi tersebut mencatatkan rekor tertinggi sepanjang perdagangan hari ini usai sempat menyentuh level terendahnya di posisi 6.272,30. Sebanyak 474 saham tercatat menguat, 185 saham terkoreksi, serta 304 saham lainnya bergerak stagnan.

Di jajaran emiten penghuni indeks LQ45, lonjakan harga saham dipimpin oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang meledak 20,83 persen ke Rp870 per saham. Kenaikan tersebut disusul oleh PT Indosat Tbk. 

(ISAT) yang melesat 14,42 persen ke Rp2.460, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menanjak 7,14 persen menuju Rp1.950.

Tren positif serupa dibukukan oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) dengan penguatan 6,22 persen ke Rp2.560, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang terangkat 5,43 persen ke posisi Rp466, serta PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang naik 4,81 persen menjadi Rp2.180.

Bertolak belakang, performa merah dialami oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang menyusut 1,95 persen ke level Rp1.510, PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melandai 1,38 persen ke Rp23.300, serta PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang tergerus 1,20 persen ke Rp2.480.

Pelemahan juga menimpa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang tergelincir 0,77 persen ke Rp2.590, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang terkoreksi 0,75 persen ke Rp1.330, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melandai 0,40 persen ke posisi Rp2.520.

Pengamat pasar modal yang juga merupakan Founder Republik Investor, Hendra Wardana menyampaikan bahwa dinamika pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini sejatinya masih dibayangi sentimen eksternal serta belum membaiknya arus modal asing (capital inflow).

Ketika IHSG terperosok 1,53 persen ke level 6.267 pada sesi Selasa (11/8), aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar reguler tercatat berkisar Rp280 miliar, atau mencapai Rp687,8 miliar jika memperhitungkan transaksi di pasar negosiasi dan pasar tunai. Secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date), net sell asing telah menembus sekitar Rp95 triliun.

"Secara teknikal, setelah terkoreksi cukup tajam, IHSG memang memiliki peluang mengalami technical rebound. Area 6.200–6.240 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Jika area tersebut mampu bertahan dan IHSG kembali menembus 6.300, peluang rebound menuju 6.385 masih terbuka," kata Hendra, Rabu (12/8/2026).

Sebaliknya, selama arus keluar modal asing belum mengindikasikan pembalikan arah secara konsisten, apresiasi IHSG dinilai sebaiknya dipandang sebagai technical rebound semata, dan belum menjadi indikator akhir dari tren pelemahan. 

Hendra menganalisis bahwa bilamana titik support 6.200 tertembus ke bawah, maka potensi risiko koreksi lanjutan bakal kian terbuka lebar.

"Selain itu, MSCI Review yang berlangsung hari ini juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index