Harga Emas Naik ke US$4.358 per Troy Ounce di Tengah Gejolak AS (

Harga Emas Naik ke US$4.358 per Troy Ounce di Tengah Gejolak AS (
kepingan emas Antam [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga emas menguat pada sesi perdagangan Senin (10/8/2026) saat pasar menimbang penurunan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di tengah melambungnya harga minyak, imbal hasil Treasury, serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Mengutip data Kitco, harga emas spot berada di level US$4.358,71 per troy ounce pada sesi perdagangan sore AS, terangkat 0,4%. 

Penguatan tersebut terjadi kendati ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September kembali melesat setelah sebelumnya sempat merosot drastis usai rilis data ketenagakerjaan AS.

Data nonfarm payroll periode Juli 2026 yang dirilis pekan lalu menunjukkan penurunan sebesar 23.000 pekerjaan, sementara data pada bulan-bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

 Kondisi tersebut sempat menekan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 44,4% dari semula 54,7% sebelum data dipublikasikan.

Akan tetapi, arah sentimen berbalik pada perdagangan Senin. Probabilitas kenaikan suku bunga untuk September kembali merangkak ke posisi 51,7%, sedangkan imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun naik 5 basis poin menuju level 5,244%, mendekati rekor penutupan tertinggi pada 31 Juli sebesar 5,253%.

Pergerakan pasar berikutnya akan sangat bergantung pada rilis serangkaian data ekonomi AS. Pasar saat ini tengah menantikan data inflasi konsumen (CPI) Juli pada Rabu (12/8), disusul producer price index (PPI) pada Kamis (13/8/2026), serta data penjualan ritel pada Jumat (14/8).

Di sisi lain, lonjakan harga minyak menjadi faktor kunci yang memicu ekspektasi inflasi. Ketegangan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan publik usai posisi terbaru Iran meredam optimisme terkait pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut dalam waktu dekat.

Iran terpantau masih mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk ganti rugi atas serangan Amerika Serikat. Dinamika tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengkaji ulang estimasi waktu yang diperlukan guna memulihkan lalu lintas kapal tanker secara normal melalui Selat Hormuz.

Kondisi ini memicu harga minyak mentah menguat, imbal hasil Treasury melonjak, dan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed kembali naik. 

Hal tersebut menjadi tantangan bagi emas mengingat kenaikan imbal hasil serta penguatan dolar AS umumnya memperbesar biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset tanpa imbal hasil. Namun demikian, emas tetap mendapatkan topangan dari kekhawatiran geopolitik dan ancaman inflasi.

Managing Partner Sprott Inc. sekaligus Senior Portfolio Manager dan Chief Investment Officer Sprott Asset Management Maria Smirnova mengemukakan bahwa kendati harga emas sempat terkoreksi dari rekor tertinggi pada Januari, kekuatan ekonomi makro dan faktor struktural yang menopang kedua logam mulia tersebut tetap solid.

Menurut penjelasannya, kenaikan utang pemerintah, defisit fiskal yang membengkak, langkah bank sentral mendiversifikasi cadangan dari dolar AS, serta fragmentasi geopolitik tetap menjadi fondasi kuat yang menyokong prospek emas. Smirnova menilai koreksi harga yang terjadi sepanjang tahun ini merupakan dinamika wajar dalam siklus pasar dan tidak menandakan perubahan arah pada tren kenaikan jangka panjang emas.

“Utang pemerintah yang terus meningkat, defisit fiskal yang persisten, diversifikasi cadangan bank sentral dari dolar AS, serta fragmentasi geopolitik tetap menjadi latar belakang yang mendukung logam mulia,” tutur Smirnova seperti dikutip dari Kitco.

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24

Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian terpantau kompak stagnan alias tak bergerak pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan data dari portal resmi Pegadaian, harga emas Antam pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.451.000. Untuk cetakan Galeri 24, Pegadaian menetapkan harga Rp1.400.000. Sementara itu, emas UBS ukuran 0,5 gram dilego pada harga Rp1.474.000.

Adapun untuk emas Antam ukuran 1 gram, Pegadaian mematok harga Rp2.798.000. Untuk cetakan Galeri 24 dengan ukuran sama, Pegadaian menjualnya seharga Rp2.669.000. Sedangkan emas UBS ukuran 1 gram dipatok sebesar Rp2.729.000.

Selanjutnya, emas Antam ukuran 2 gram dipasarkan seharga Rp5.533.000, emas Galeri 24 dibanderol Rp5.273.000, dan emas UBS ukuran serupa dilepas pada harga Rp5.415.000.

Emas Antam pecahan 5 gram ditawarkan seharga Rp13.754.000. Sementara cetakan Galeri 24 dipatok Rp13.087.000, dan emas UBS dilego pada posisi Rp13.381.000.

Untuk emas cetakan Antam dan Galeri 24 ukuran 50 gram masing-masing dipasarkan senilai Rp136.911.000 dan Rp129.712.000, sedangkan emas UBS dijual seharga Rp132.565.000.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index