SEBARIS.CO.ID — Sebuah prosesor Intel Celeron 1200 (Tualatin) berusia sekitar seperempat abad berhasil dihidupkan kembali setelah satu pin datanya yang patah diganti dengan pin donor. Perbaikan yang dilakukan kanal YouTube Bits und Bolts ini membuktikan chip yang tampak mati total masih bisa dipulihkan, lalu dipacu hingga 1.600 MHz atau naik 33 persen dari kecepatan aslinya.
Prosesor Intel Celeron 1200 (Tualatin) itu tampak mengalami cedera fatal. Satu pin hilang, dan pad yang berada di bawahnya ikut terkelupas. Selama kondisi itu bertahan, sistem yang memakai chip kerabat dekat Pentium III tersebut tidak akan bisa menyala sama sekali.
Bits und Bolts memulai proses perbaikan dengan memperlihatkan kondisi kerusakan dari jarak dekat. Sang perakit lantas menggali lubang ke dalam substrat agar area bermasalah bisa terlihat lebih jelas.
Pin D47 yang Menentukan Hidup-Mati Chip
Pin yang hilang itu adalah pin data D47. Beberapa CPU memang masih bisa bekerja meski kehilangan satu atau dua pin, terutama jika fungsi yang hilang terduplikasi oleh pin lain seperti jalur daya atau ground. Untuk pin data, tidak ada toleransi semacam itu.
Gambar zoom memperlihatkan beberapa lapisan tembaga yang terekspos dari balik permukaan hijau chip. Pin baru harus tersambung hanya ke area melingkar di bagian tengah, tanpa menyentuh bidang tembaga di sekitarnya.
Langkah pertama adalah mengaplikasikan solder mask ke area tersebut. Pekerjaan ini rumit karena ukuran pin sangat kecil, tetapi area di sekelilingnya harus tertutup rapat dan bersih.
Pin Donor dari Chip Tualatin yang Sudah Rusak
Sambil menunggu solder mask mengering, Bits und Bolts mengambil beberapa pin dari chip Tualatin lain yang kondisinya sudah rusak parah. Pin donor itu kemudian disiapkan untuk menggantikan pin yang hilang.
Setelah flux ditambahkan, area tembaga melingkar di bagian tengah coba dilapisi timah. Proses penyolderan pin donor berjalan mulus dan posisinya berdiri tegak tepat di tempatnya.
Pin hasil tambalan itu memang terlihat jelas berbeda dari pin lain. Namun setelah chip dimasukkan ke soket, semuanya menyatu dengan rapi tanpa hambatan.
Diuji Multimeter Sebelum Dinyalakan
Alih-alih langsung menyalakan komputer, sang perakit lebih dulu mengambil beberapa pembacaan dengan multimeter. Tidak ada masalah yang terlihat dari hasil pengukuran tersebut.
Titik penentuan akhirnya tiba, dan sistem yang memakai prosesor hasil perbaikan itu menyala tanpa kendala. Bits und Bolts menyebut ini sebagai pertama kalinya ia memperbaiki masalah pin prosesor yang kondisinya tampak begitu parah.
Menjelang akhir video, CPU tersebut diuji dengan sejumlah benchmark, termasuk SiSoft Sandra. Hasilnya, chip itu bahkan berhasil di-overclock hingga 33 persen dan stabil di kecepatan 1.600 MHz.
Praktik menghidupkan kembali prosesor lawas semacam ini punya nilai tersendiri bagi komunitas perakit dan kolektor di Indonesia. Komponen bekas berusia puluhan tahun kerap masih dicari untuk proyek PC retro, dan teknik menyambung ulang pin di level substrat membuka peluang chip yang dianggap mati bisa dipakai lagi.