JAKARTA — PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) memperkuat kapasitas produksi pada 2026 dengan menambah pabrik di beberapa wilayah, sebagai bagian dari langkah strategi mempertahankan pertumbuhan kinerja dua digit hingga akhir tahun.
CEO CLEO Melisa Patricia menyampaikan bahwa perseroan kini mengoperasikan 33 pabrik air minum yang tersebar di pelbagai kota di Indonesia. Total tersebut sudah mencakup fasilitas baru di Palu yang mulai beroperasi pada kuartal III/2026.
Selanjutnya, jumlah fasilitas produksi CLEO akan terus bertambah seiring pengoperasian pabrik baru di Pontianak dan Pekanbaru yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV/2026.
“Angka ini akan segera bertambah, karena pabrik baru di kota Pontianak dan Pekanbaru kami jadwalkan akan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV/2026,” ujar Melisa dalam keterangan resmi, Rabu (16/9/2026).
Penambahan fasilitas produksi tersebut menjadi salah satu upaya perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan setelah CLEO mencetak kinerja dua digit pada semester I/2026.
Pada paruh pertama tahun ini, emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Hermanto Tanoko tersebut mengantongi laba Rp262,5 miliar, melonjak 27% secara tahunan. Sementara itu, penjualan meningkat 23,8% secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun, dengan sumbangan terbesar berasal dari kategori produk botol.
Melisa menuturkan bahwa CLEO akan memperkokoh pangsa pasar pada semester II/2026 melalui sederet strategi, termasuk perluasan jaringan distribusi secara berkesinambungan.
Saat ini, perseroan disokong oleh sekitar 11.000 mitra distribusi serta 500 titik distribusi internal. Jaringan tersebut ditopang oleh fasilitas produksi yang tersebar di pelbagai kota di Indonesia.
“Untuk memastikan supaya kinerja solid tersebut berlanjut di paruh kedua, CLEO akan semakin agresif untuk bertumbuh melalui berbagai upaya penguatan pangsa pasar,” katanya.
Di samping ekspansi kapasitas dan jaringan distribusi, CLEO juga merilis produk baru untuk memperluas jangkauan pasar. Perseroan meluncurkan CLEO Galon Praktis 15 Liter pada 5 September 2026.
Produk ini mengusung kemasan yang lebih ringan dan mudah diangkat serta memanfaatkan bahan yang diklaim 100% bebas bisphenol-A (BPA).
Perseroan turut menilai bahwa pemeliharaan kualitas produk dan daya saing merupakan aspek krusial untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Inovasi produk baru dijalankan guna menjawab kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri air minum dalam kemasan (AMDK).