Prabowo Sebut Investasi Besar Masuk RI dalam Beberapa Pekan, Realisasi Juni Capai Rp1.010 Triliun

Rabu, 16 September 2026 | 22:59:00 WIB

SEBARIS.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan kedatangan investasi besar dalam beberapa pekan ke depan. Keyakinan itu disampaikan di tengah tekanan ekonomi global, dengan modal realisasi investasi semester I 2026 yang sudah menembus Rp1.010 triliun.

Kepala Negara menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak ekonomi global. Prabowo merujuk pada sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan aktivitas investasi berjalan sesuai target APBN.

Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun

Hingga Juni 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.010 triliun. Angka itu menunjukkan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih on track.

Pada 2025, realisasi investasi sepanjang tahun disebut mencapai Rp1.931 triliun. Capaian itu menjadi basis perbandingan untuk mengukur kinerja investasi tahun berjalan.

2,7 Juta Lapangan Kerja Tercipta Sepanjang 2025

Investasi yang masuk sepanjang 2025 turut berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja. Pemerintah mencatat ada 2,7 juta lapangan kerja baru pada periode tersebut.

Sementara hingga tahun berjalan 2026, pembukaan lapangan kerja baru mencapai sekitar 1,4 juta. Angka ini baru separuh dari capaian setahun sebelumnya, dengan sisa semester masih tersedia.

Optimisme di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Pernyataan Prabowo soal investasi besar yang bakal masuk menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Namun pemerintah belum merinci sektor maupun asal negara investor yang dimaksud.

Presiden meminta publik menunggu realisasi dalam beberapa pekan ke depan. Ia tidak menyebut tenggat spesifik kapan investasi tersebut akan dikonfirmasi secara resmi.

Fundamental ekonomi yang kuat menjadi argumen utama pemerintah menghadapi ketidakpastian global. Realisasi investasi dan penciptaan lapangan kerja dipakai sebagai bukti bahwa aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Pemerintah belum mengumumkan langkah lanjutan untuk mempercepat masuknya investasi yang dimaksud. Publik masih menunggu detail sektor, nilai, dan mitra yang terlibat dalam rencana tersebut.

Terkini