SUCOFINDO Gelar ENSIA 2026, 253 Perusahaan Adu Inovasi Lingkungan

Selasa, 15 September 2026 | 00:32:31 WIB
PT SUCOFINDO (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT SUCOFINDO (Persero) menyelenggarakan Environmental and Social Award (ENSIA) 2026. Pergelaran yang mengusung tema "Innovation for Sustainable Business and Resilient Community" tersebut menjadi wahana penganugerahan bagi kalangan dunia usaha maupun masyarakat yang menyajikan inovasi lingkungan serta sosial berorientasi dampak nyata.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq mendorong ajang ENSIA agar konsisten menjadi wadah bagi masyarakat dan korporasi dalam melahirkan berbagai inovasi lingkungan.

"Kami menyambut baik penyesuaian fokus inovasi khusus ENSIA 2026 yang kini mengangkat tiga isu strategis, yaitu ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, serta transisi energi bersih. Aspek ini menjadi respons penting terhadap tantangan perubahan iklim, kebutuhan efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, serta ketidakpastian global yang terus berkembang," tutur Hanif dalam acara itu dikutip dari siaran resmi, Senin (14/9/2026).

Hanif menyampaikan, tata kelola lingkungan selayaknya dipandang sebagai bentuk investasi, bukan sebatas pembebanan biaya semata. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan efisiensi, nilai tambah ekonomi, hingga keberlanjutan roda bisnis.

Wamenko Pangan turut mendorong kalangan pelaku usaha agar tidak sekadar berhenti pada batas pemenuhan regulasi (compliance). Karsa inovasi mestinya dipacu menuju level beyond compliance.

 Orientasi tersebut selaras dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Agenda ini menjadi instrumen strategis pemerintah demi memacu korporasi meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.

Salah satu wujud konkritnya ditunjukkan lewat pengolahan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Terobosan tersebut sanggup mengalihkan permasalahan sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus pasokan energi.

Praktik serupa juga terbilang krusial untuk diterapkan pada sektor pangan. Contohnya mencakup penekanan angka sisa makanan (food waste), penguatan efisiensi rantai pascapanen, serta pengembangan ekosistem ekonomi sirkular demi melahirkan nilai tambah.

Diikuti 253 Perusahaan

Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengutarakan bahwa perhelatan ENSIA bukan cuma agenda formalitas tahunan. Ajang tersebut diposisikan sebagai wadah bagi korporasi untuk terus menumbuhkan inovasi berkelanjutan dalam memelihara lingkungan.

"ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan," ungkap Sandry.

Sandry turut menyebutkan bahwa penghargaan pada ajang ENSIA mampu memberi nilai tambah bagi perseroan yang berpartisipasi dalam penilaian PROPER dari pemerintah.

ENSIA 2026 diikuti oleh sekitar 253 perusahaan. Para entitas peserta mengirimkan sebanyak 954 paper serta melibatkan 48 local hero

Angka keterlibatan ini mencatatkan kenaikan apabila dibandingkan dengan perhelatan ENSIA pada tahun sebelumnya. Kala itu, peserta yang berpartisipasi terhitung sebanyak 178 perusahaan dengan total 690 paper.

"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis," pungkas dia.

Tags

Terkini