XLSMART Targetkan Kumpul 600 Kg E-Waste Lewat Program ByeByeBox

Senin, 14 September 2026 | 19:37:32 WIB
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) membidik pengumpulan limbah elektronik atau e-waste sebanyak 600 kg melalui agenda #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB yang bekerja sama dengan REMIND di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (14/9/2026).

Langkah strategis ini diluncurkan guna menggalakkan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) secara bertanggung jawab sekaligus memperkokoh penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta konsep ekonomi sirkular di ranah generasi muda.

Melalui kemitraan tersebut, XLSMART menyediakan fasilitas penyerahan gawai bekas pakai memanfaatkan mesin penukar otomatis (E-Waste Reverse Vending Machine) berteknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjadi pionir di Indonesia.

Sebagai bentuk stimulus partisipasi publik, para pelanggan XL, AXIS, serta Smartfren yang mendaur ulang sampah elektronik mereka ke dalam perangkat #ByeByeBox berhak mengantongi insentif langsung berupa kuota data internet hingga 1,5 GB.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys menyampaikan bahwa akselerasi konektivitas dan perkembangan teknologi digital harus melangkah selaras dengan kesadaran menjaga kelestarian ekosistem.

Kehadiran unit #ByeByeBox dirancang guna memudahkan publik mengakses saluran daur ulang untuk sarana komunikasi seluler maupun komponen IT yang tidak lagi digunakan.

“Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Merza di Bandung, Senin (14/6/2026).

Merza menguraikan pertimbangan pemilihan ITB sebagai lokasi perdana lantaran perguruan tinggi tersebut ditopang sarana laboratorium yang mumpuni untuk mengolah kembali material bernilai dari sampah elektronik.

Proses daur ulang tersebut tidak semata-mata merusak fisik barang bekas, melainkan memilah komponen yang masih mengantongi nilai ekonomis tinggi agar bisa dimanfaatkan ulang.

Ia melengkapi bahwa sinergi ini turut melibatkan riset teknis dari kalangan akademisi guna menguji tingkat kelayakan pakai suatu perangkat bekas.

“Tidak semuanya material sampah akan dihancurkan, teman-teman ITB akan melihat apakah ada material yang bisa diperbaiki. Jadi mantan elektronik yang dibuang itu masih berharga,” imbuhnya.

Pada tahap awal, XLSMART menempatkan unit mesin penukar otomatis ini di lingkungan kampus ITB mulai 14 hingga 28 September 2026. Kendati ketersediaan armada mesin yang beroperasi saat ini masih terbatas, jajaran manajemen berencana memperluas jangkauan sarana pengumpul tersebut ke berbagai lokasi strategis lainnya di kemudian hari.

“Hari ini kami mungkin baru punya satu sampai dua mesin, tapi ke depan akan kami perbanyak,” ungkap Merza.

Target pengumpulan e-waste pada fase perdana kampanye yang berjalan hingga November 2026 ini dipatok mencapai 600 kg. Seluruh volume limbah elektronik yang terkumpul bakal dicatat, ditimbang secara akurat oleh sistem REMIND, serta dipantau tingkat pemulihan materialnya secara berkala.

Founder & CEO REMIND Muhammad Dzikri Ahira Soefihara memaparkan bahwa pemanfaatan AI mempermudah verifikasi jenis perangkat secara otomatis sebelum tahap ekstraksi dimulai. Perangkat yang sudah terakumulasi kelak disalurkan kembali ke dalam mata rantai pasok industri agar komponen penyusunnya tidak mencemari lingkungan.

Secara internal, korporasi telekomunikasi hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren ini juga memproses e-waste dari aktivitas operasional jaringan, seperti sisa sisa bongkaran menara, perangkat IT yang kedaluwarsa, hingga baterai bekas secara legal berkolaborasi dengan mitra bersertifikasi.

Upaya ini melengkapi komitmen ESG perusahaan yang sebelumnya telah mengantongi penilaian independen dari lembaga CDP serta Fitch Ratings ESG.

Tags

Terkini