Airlangga: Teknologi Harus Bikin Pembangunan Lebih Inklusif

Senin, 14 September 2026 | 18:43:31 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi krusialnya pengoptimalan teknologi serta inovasi guna menjamin agenda pembangunan global berjalan inklusif dan faedahnya sanggup menjangkau masyarakat yang paling memerlukan bantuan.

Berdasarkan pandangan Airlangga, pembaruan digital dapat difungsikan sebagai sarana untuk memperluas manfaat pembangunan, khususnya bagi kelompok warga yang hingga kini masih terkendala akses terhadap kesempatan ekonomi maupun layanan publik.

“Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kami capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kami manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” ujar Airlangga dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Pemanfaatan instrumen digital, lanjut dia, sanggup membuka pintu keterjangkauan yang lebih luas pada aneka layanan, mendongkrak efisiensi produktivitas, mengokohkan keterhubungan konektivitas, serta menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya belum mendapatkan dampak pembangunan secara maksimal.

Akan tetapi, Airlangga memberikan peringatan agar arus transformasi digital tidak malah memperlebar jurang ketimpangan. 

Oleh sebab itu, sinergi antarnegara lewat wadah BRICS dinilai sangat krusial guna memperkuat kapasitas, ruang pertukaran pengetahuan, serta aksesibilitas terhadap teknologi, terkhusus bagi negara-negara berkembang.

Pada forum yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto turut menegaskan pentingnya perancangan pembangunan yang tangguh, inklusif, serta berkelanjutan.

Indonesia mengusulkan agar skema pembangunan berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, hingga penanggulangan risiko bencana dimasukkan ke dalam satu formulasi kebijakan yang saling menguatkan.

Airlangga menilai BRICS mampu mengambil peran yang lebih luas untuk memastikan arah agenda pembangunan global tidak mengabaikan negara berkembang maupun kelompok warga yang rentan.

Di samping mendorong penerapan teknologi secara inklusif, Indonesia turut menilai pentingnya partisipasi aktif negara berkembang dalam perumusan agenda pembangunan global pasca-2030, sejalan dengan makin dekatnya target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Indonesia memacu BRICS agar tidak sekadar menjadi tempat perbincangan seputar tantangan pembangunan, melainkan mampu membuahkan bentuk kerja sama nyata yang mendatangkan dampak langsung bagi masyarakat luas.

Melalui keikutsertaan pada agenda KTT BRICS 2026, Indonesia mengukuhkan komitmennya guna mendorong kemitraan internasional yang berorientasi pada wujud pembangunan yang tangguh, inklusif, serta berkelanjutan.

Tags

Terkini