XLSMART Geser Strategi, Fokus Monetisasi Pelanggan Existing

Minggu, 13 September 2026 | 18:41:01 WIB
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) menggeser fokus arah strategi bisnisnya di tengah dinamika industri seluler yang kian matang. 

Pihak perseroan saat ini lebih memprioritaskan monetisasi basis pelanggan existing alih-alih sekadar berburu pertumbuhan angka akuisisi pengguna baru.

Head of External Communications XLSMART Henry Wijayanto menerangkan bahwasanya skema tersebut dieksekusi melalui pendorongan belanja (spending) dari pelanggan existing via penyempurnaan kualitas portofolio produk serta layanan.

“Fokus utama adalah monetisasi pelanggan existing, bukan sekadar akuisisi volume, sejalan pasar seluler yang makin matang,” kata Henry kepada Bisnis pada Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan penjelasannya, pendekatan monetisasi tersebut direalisasikan lewat kedisiplinan penetapan harga beserta optimalisasi varian produk. 

Efektivitas strategi ini tecermin pada lonjakan average revenue per user (ARPU) blended XLSMART sebesar 23% secara tahunan (year-on-year/yoy), kendati basis jumlah pelanggannya mengalami penyusutan.

XLSMART pun mendayagunakan personalisasi berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI)—di antaranya via aplikasi My XL dan fitur Gemini AI Plus—guna mendongkrak tingkat konsumsi sekaligus memperkokoh loyalitas para pengguna. 

Di lain sisi, penambahan pengguna baru tetap dieksekusi secara terukur. Salah satu ikhtiar yang ditempuh manajemen adalah menjalankan skema cross-sell paket pascabayar kepada seluruh basis pengguna seluler existing.

Segmen pelanggan pascabayar menjadi salah satu lini prioritas yang disasar dalam peta jalan monetisasi XLSMART. Pada kuartal II/2026, torehan pengguna pascabayar berada di angka 2,1 juta dari keseluruhan 69,4 juta basis pelanggan.

“Angka tersebut sekitar 3% dari total basis,” kata Henry.

Walau secara porsi hanya menyumbang kisaran 3% terhadap basis keseluruhan, kategori pascabayar menorehkan angka ARPU yang jauh melampaui segmen prabayar. ARPU pascabayar berada pada angka Rp81.500, atau berkisar dua kali lipat dibanding ARPU prabayar yang berada di kisaran Rp45.800. 

Berbekal level ARPU tersebut, pengguna pascabayar menyetorkan kontribusi pendapatan yang jauh lebih dominan dibanding persentase porsinya atas total basis pelanggan.

Menurut Henry, layanan pascabayar menyimpan sederet keunggulan bernilai tambah yang mampu menarik minat konsumen. Salah satunya berupa kepastian nilai tagihan sehingga konsumen tidak perlu melakoni pengisian ulang pulsa secara rutin. 

Layanan ini turut menyajikan akses jaringan prioritas yang ditopang oleh konektivitas 5G di lebih dari 52 kota.

Tidak hanya itu, XLSMART menyajikan bundling beragam kemudahan bernilai tambah, termasuk akses khusus Gemini AI Plus hingga fasilitas cloud storage

Paket pascabayar pun sanggup dikombinasikan dengan konsep fixed mobile convergence (FMC), yakni penggabungan layanan seluler dan XL SATU ke dalam satu tagihan terpadu.

Melalui aneka keunggulan tersebut, pihak XLSMART memandang lini pascabayar bukan sekadar produk penambah kuantitas pelanggan, melainkan sarana efektif guna mendongkrak nilai tambah dari basis pelanggan existing.

“Dan ke depan layanan pascabayar bisa menjadi sumber pertumbuhan struktural jangka panjang ARPU tinggi, basis terus tumbuh di tengah konsolidasi prabayar, di sisi lain penetrasi pascabayar Indonesia masih rendah dibanding negara-negara lain, sehingga masih ada ruang pertumbuhan yang besar, didukung pertumbuhan kelas menengah dan ekspansi 5G,” kata Henry.

Tags

Terkini