JAKARTA - PT Petrokimia Gresik (Persero) berkolaborasi dengan MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memperkokoh kemitraan dalam pengadaan bahan baku pupuk guna menjamin keberlangsungan produksi demi menopang ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengungkapkan bahwa BUMN produsen pupuk tersebut saat ini telah mengikat kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan serta penyerapan asam sulfat seiring beroperasinya Smelter Manyar PTFI untuk kurun waktu 2026–2028.
“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Tambahan pasokan dari ranah domestik, sambungnya, bakal kian memperkuat keandalan manufaktur pupuk nasional, khususnya dalam menjalankan mandat pemerintah terkait penyediaan pupuk.
Daconi menerangkan bahwa asam sulfat dimanfaatkan pada alur produksi beberapa jenis pupuk Petrokimia Gresik, seperti NPK, SP-36, dan ZA.
Oleh sebab itu, jaminan pasokan bahan baku tersebut menjadi krusial untuk menjaga kelancaran operasional serta kesinambungan produksi pupuk demi menunjang produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Sebelumnya, pada agenda pertemuan ketiga entitas di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9), Petrokimia Gresik bersama PTFI bakal menindaklanjuti serta mengupayakan penambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap.
Di samping pasokan ekstra dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI turut membicarakan keberlanjutan suplai asam sulfat dari PTFI Smelting.
Penguatan jaringan pasokan dari dalam negeri ini diharapkan dapat makin meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko atas gangguan rantai pasok global, termasuk dampak yang terpicu oleh dinamika maupun ketegangan geopolitik, sehingga kontinuitas produksi pupuk untuk menyokong ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Daconi mengimbuhkan, kerja sama antara Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga merepresentasikan sinergi lintas sektor industri dalam memperkokoh ekosistem hilirisasi nasional.
Komoditas hasil hilirisasi mineral PTFI dapat difungsikan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memegang peranan strategis dalam mendorong produktivitas pertanian serta ketahanan pangan Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, MIND ID menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi koordinasi kelanjutan kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik sebagai langkah mendorong sinergi antar-BUMN, mengoptimalkan pemanfaatan hasil hilirisasi mineral, serta menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional.
“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya," ujar Daconi.
Kemitraan tersebut, lanjutnya, memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global yang pada akhirnya diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan.