Vale Indonesia Proyeksikan Capex Tembus US$1,1 Miliar pada 2027

Kamis, 10 September 2026 | 02:29:01 WIB
PT Vale Indonesia Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA – Pengembangan deretan proyek kepunyaan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menelan alokasi investasi dalam nilai yang fantastis.

Bahkan pada rentang 2027, Vale mengestimasi jumlah belanja modal (capex) bakal menyentuh US$1,1 miliar demi pengerjaan Indonesia Growth Project (IGP).

Adapun IGP merupakan proyek pertambangan ramah lingkungan dan berkelanjutan milik Vale Indonesia yang tersebar di tiga area operasional wilayah Sulawesi, mencakup IGP Pomala, IGP Morowali, beserta Blok Sorowako.

Direktur Vale Indonesia Rizky Andhika Putra memaparkan bahwasanya fokus utama perseroan dalam kurun beberapa waktu mendatang adalah merealisasikan pengembangan pada proyek-proyek yang memacu pertumbuhan bagi perusahaan.

Langkah tersebut tecermin dari ekspektasi penyaluran capex perseroan hingga penutupan 2026 yang diperkirakan menyentuh angka US$700 juta.

Besaran alokasi tersebut dinilai sudah mencakup agenda perluasan tambang, pengembangan fasilitas HPAL, serta porsi dari aspek keberlanjutan.

”Dan nanti peak di 2027, yang akan paling besar dalam masa ekspansi, itu akan mencapai hingga US$1,1 miliar, yang di mana karena tentunya di situ juga terdapat investasi yang cukup besar pada smelter-smelter baru kami,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Tidak henti di situ, agenda perluasan proyek bakal terus diteruskan oleh pihak Vale pada siklus periode 2028.

Pada kurun tahun tersebut, Vale mengonfirmasi akan menyiapkan alokasi capex senilai US$800 juta demi penyelesaian pembangunan HPAL.

Saat ini, Vale Indonesia telah berhasil mengamankan pinjaman sustainability linked loan senilai US$750 juta. Fasilitas pembiayaan ini diperoleh Vale berkat dukungan konsorsium dari 14 institusi perbankan internasional.

”Jadi, mungkin sampai 2028 gambaran besar dari capex itu seperti itu. US$750 juta yang tadi kami sampaikan tentu akan membutuhkan pendanaan tambahan yang di mana kami rasa nantinya akan kami tindak lanjuti tentunya pada saat progres daripada capex tersebut sudah mencapai milestone yang lebih lanjut,” tegasnya.

Sepanjang paruh pertama semester I/2026, Vale Indonesia membukukan total volume produksi nikel dalam matte mencapai 29.773 ton.

Pada kuartal II/2026, Vale berhasil memproduksi 16.153 metrik ton (ton) nikel dalam matte, alias meningkat sekitar 19% dibandingkan capaian 13.620 ton pada kuartal I/2026.

Eskalasi produksi ini diklaim merefleksikan performa operasional yang makin solid pascalampunya proyek Pembangunan Kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026, sembari tetap memegang teguh komitmen pada prioritas keselamatan kerja serta keandalan dalam operasional.

Tags

Terkini