Permintaan Pulih, SMGR Raih Pendapatan Rp 17,65 Triliun di Semester I

Kamis, 10 September 2026 | 02:13:31 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyampaikan bahwa tren pemulihan permintaan semen nasional pada semester I-2026 dimaksimalkan oleh perseroan guna memacu capaian performa keuangan.

Selain memanfaatkan momen tersebut, emiten berkode saham SMGR ini juga mengeksekusi transformasi bisnis secara konsisten dan berdisiplin tinggi.

Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan restrukturisasi model bisnis semen yang berlandaskan keunggulan efisiensi serta pengelolaan biaya.

Sejalan dengan agenda itu, perseroan turut memprioritaskan ekspansi produk turunan, solusi bangunan, hingga penguatan sumber daya dan tata kelola perusahaan.

“Itu menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Guna menunjang program transformasi, ia menambahkan bahwasanya SIG mengeksekusi skema Streamlining Entitas SIG Group lewat penataan ulang jajaran anak perusahaan demi mengoptimalkan model bisnis dan membentuk struktur organisasi yang efektif serta efisien.

Saat ini, Semen Indonesia menguasai sembilan merek semen bereputasi kuat yang memimpin pangsa pasar di berbagai wilayah Nusantara maupun regional, di antaranya Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, hingga Thang Long Cement.

Mengenai jajaran produk yang didistribusikan di pasar domestik, selain telah memenuhi sertifikasi SNI, produk-produk tersebut juga mengantongi kadar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melampaui 90 persen.

Capaian ini berakar dari komitmen penerapan asas keberlanjutan pada seluruh rantai bisnis dan manufaktur, sehingga semen keluaran SIG beserta produk turunannya sanggup menekan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah ketimbang semen konvensional.

Indrieffouny memaparkan bahwa operasional SIG ditopang oleh fasilitas pabrik semen terintegrasi di 10 area, 26 unit pabrik pengemasan, 6 fasilitas penggilingan semen, serta 7 dermaga pelabuhan.

Jangkauan tersebut diperkuat oleh jaringan lebih dari 300 distributor di wilayah Indonesia maupun Vietnam (TLCC), plus lebih dari 63.000 gerai ritel di Tanah Air.

Mengandalkan jaringan distribusi yang membentang luas, SIG menerapkan teknologi digitalisasi dan artificial intelligence (AI) pada tata kelola rantai pasoknya.

Pemanfaatan teknologi ini dimaksudkan demi menjaga kelancaran alur distribusi serta menjamin ketersediaan material bangunan di seluruh penjuru daerah maupun lingkup regional secara lebih terukur dan masif.

Indrieffouny mengungkapkan, seirama dengan tren pemulihan permintaan semen nasional yang didorong oleh gairah aktivitas konstruksi, prasarana, hingga investasi industri dan hilirisasi, SIG menatap optimistis bahwa prospek penjualan pada semester II tahun 2026 bakal terus bernilai positif.

Selanjutnya, sebagai ikhtiar penetrasi pasar, SIG kembali menghidupkan merek Semen Kujang yang merupakan brand semen perdana di Jawa Barat.

Semen Kujang juga merajut kerja sama strategis sebagai Official Cement Partner bagi klub PERSIB Bandung demi merangkul basis konsumen ritel di wilayah Jawa Barat.

Sebagai gambaran kinerja, sepanjang semester I-2026, SIG membukukan total volume penjualan mencapai 18,28 juta ton, atau tumbuh 5,6 persen secara tahunan dibandingkan periode serupa di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh penguatan pasar dalam negeri dengan volume penjualan menyentuh 14,18 juta ton, atau melonjak 9,7 persen secara tahunan.

Selaras dengan kenaikan volume penjualan, angka pendapatan SIG ikut melambung 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun.

Di sisi lain, perolehan EBITDA turut terangkat 2,6 persen secara tahunan menyentuh Rp 2,15 triliun.

Tingkat profitabilitas perseroan terbukti semakin kokoh, dicerminkan oleh lonjakan laba bersih hingga 445,9 persen secara tahunan menjadi Rp 207 miliar.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melesat 471,0 persen secara tahunan mencapai Rp 228 miliar.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini