Luhut Ajak Masyarakat Jadi Agen Pelayanan Perlinsos Digital

Kamis, 10 September 2026 | 18:14:02 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) demi membantu warga mendaftarkan diri serta memperbarui data penerima bantuan sosial (bansos) digital.

Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta, Kamis, menerangkan bahwa Agen Perlinsos tidak mengemban tugas menyalurkan bantuan ataupun menetapkan kelayakan seseorang sebagai penerima bansos.

Menurut pemaparannya, agen bertugas membantu proses pendaftaran warga, termasuk mengumpulkan data via teknologi pengenalan wajah. Data yang terhimpun selanjutnya akan dihimpun ke sistem pemerintah guna melalui tahapan verifikasi.

“Agen itu untuk mendaftar. (Kalau) Saya mau mendaftar, kamu bisa ambil face recognition, apakah saya qualified atau tidak untuk terima (bansos),” ujar Luhut.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) tersebut memberikan kesempatan partisipasi seluas-luasnya untuk masyarakat yang ingin mengambil peran, termasuk aparatur kewilayahan hingga aparatur sipil negara (ASN).

Akses pendaftaran untuk menjadi Agen Perlinsos dapat dijangkau secara praktis melalui portal resmi pada tautan https://agent-perlinsos.kemensos.go.id.

Luhut menyampaikan bahwa implementasi sistem Perlinsos ditargetkan mulai meluncur secara nasional pada pekan ketiga Oktober 2026. Pihak pemerintah saat ini tengah merapikan data serta menguji kesiapan sistem sebelum diterapkan secara lebih masif.

“Kami sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga kami akan bisa roll out. Saya berharap pada waktu Presiden (Prabowo Subianto) roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius,” kata Luhut.

Skema tersebut telah dirancang selama kurun waktu kurang lebih satu tahun dengan daerah uji coba awal (pilot project) bertempat di Banyuwangi, Jawa Timur. Sampai saat ini, proses pendataan sistem perlinsos digital diklaim telah mencakup 215 kabupaten/kota.

Menurut Luhut, kehadiran sistem tersebut bakal mengentaskan kendala kekeliruan pendataan penyaluran bansos, yang mana kelompok masyarakat berhak kerap kali tidak masuk ke dalam daftar penerima.

“Masyarakat termiskin yang 50 itu sudah pasti akan diberikan,” ujarnya.

Setahu pendataan tuntas, skema perlinsos digital rencananya bakal diselaraskan dengan rekening bank penerima bantuan. Luhut menargetkan uji coba penyaluran bansos digital lewat rekening tersebut dapat mulai dieksekusi pada kuartal I-2027.

“Pendistribusian kami uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi, tahun ini kami menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Karena selama ini banyak sekali, 50 persen, itu off target sebenarnya,” ujar dia lagi.

Tags

Terkini