ITMG Buka Peluang Tambah Saham NICE untuk Ekspansi Nikel

Rabu, 09 September 2026 | 02:42:01 WIB
PT Indo Tambangraya Megah Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membuka potensi untuk menambah kepemilikan saham di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), beriringan dengan langkah perseroan memperluas portofolio alias diversifikasi ke komoditas nikel atau sektor non-batu bara.

Sebelumnya, ITMG telah mencaplok 9,62 persen saham NICE. Porsi kepemilikan tersebut tercatat sebesar 585 juta saham per 4 Juli 2025.

Adhi Kartiko Pratama yang menggunakan kode saham NICE merupakan entitas pertambangan nikel. NICE menggenggam izin usaha pertambangan (IUP) serta mengendalikan seluruh rantai proses penambangan nikel, mulai tahap eksplorasi hingga produksi.

Kawasan tambang nikel milik NICE berlokasi di Lameruru, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Area Konawe Utara ini dinilai cukup strategis untuk menunjang kelancaran operasional pertambangan.

Tak cuma nikel, ITMG turut membidik beragam mineral strategis yang dipandang krusial dalam menopang proses elektrifikasi serta pasokan energi di masa mendatang.

Direktur Utama ITMG, Mulianto menyampaikan, perseroan mulai merambah ke bisnis nikel lantaran mencermati pergerakan energi global yang kian mendukung ekosistem elektrifikasi di dalam negeri.

“Tentu saja bahwa kita sudah mulai memasuki bisnis nikel karena kita percaya bahwa arah dari energi ke depan adalah bagaimana kita bisa mensupport elektrifikasi,” ujar Mulianto saat Public Expose Live 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/9/2026).

Perluas Portofolio

Menurut pandangannya, nikel merupakan satu di antara komoditas yang diperlukan pada proses elektrifikasi. Bahkan, ITMG tidak bermaksud berhenti di sektor tersebut saja. Ke depan, perseroan berniat memperbesar portofolio usahanya dengan merambah pelbagai mineral strategis atau strategic minerals.

“Dan dari proses elektrifikasi tersebut, salah satunya adalah nikel. Jadi ke depan bukan hanya nikel saja yang akan kita masukin, tetapi kita akan masuk ke banyak mineral-mineral yang biasa kita sebut strategic minerals,” paparnya.

Rangkaian mineral strategis yang diincar ITMG yakni komoditas yang sanggup menopang skema elektrifikasi sekaligus menyokong kebutuhan energi di masa depan.

“Di mana mineral-mineral tersebut bisa membantu proses elektrifikasi ke depan atau sebagai energi demand di masa yang akan datang,” pungkas dia.

Selaras dengan strategi itu, ITMG pun tidak menutup peluang untuk memperbesar porsi sahamnya di NICE, emiten yang bergerak pada bidang pertambangan nikel. Opsi penambahan saham NICE menjadi salah satu pertimbangan perseroan sekiranya kebijakan itu mampu menghadirkan nilai tambah.

“Dan untuk pertanyaan apakah kita akan menambah kepemilikan di NICE, tentu saja itu adalah salah satu menjadi pertimbangan kita, apabila itu bisa memberikan value yang lebih,” katanya.

Walau begitu, Mulianto belum merinci seberapa besar tambahan porsi saham atau estimasi waktu eksekusi langkah tersebut. Ia menegaskan, tiap peluang investasi bakal dianalisis secara cermat berdasarkan nilai serta arah strategi bisnis ITMG.

“Jadi pada prinsipnya, opsi itu adalah selalu terbuka bagaimana value dan strategi kita ke depan supaya kita bisa jalankan secara lebih smooth,” lanjut Mulianto.

Tags

Terkini