Mentrans Sebut Pertumbuhan Batam Perkuat Ekonomi Luar Jawa (

Rabu, 09 September 2026 | 19:38:32 WIB
Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menganggap lonjakan pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,28 persen pada triwulan II 2026 turut memperkokoh potensi hadirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,28 persen patut kami apresiasi. Capaian ini menunjukkan bahwa industrialisasi dan investasi di luar Pulau Jawa mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional,” kata Iftitah dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia mengutarakan bahwasanya pertumbuhan ekonomi Batam secara tahunan tersebut melampaui pencapaian Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen serta laju pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,29 persen.

Menurut penjelasannya, performa positif ekonomi Batam ditopang oleh sektor industri, investasi, perdagangan, logistik, hingga jasa yang mengokohkan posisi wilayah tersebut sebagai salah satu tumpuan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Ia menyampaikan bahwasanya pertumbuhan ekonomi yang pesat mesti dibarengi dengan pembenahan kualitas hidup warga, di antaranya lewat pembukaan lapangan kerja, peningkatan taraf pendapatan, penguatan usaha lokal, serta perluasan peluang ekonomi.

“Target kami bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang semakin merata dan inklusif. Kemajuan Batam harus membuka lebih banyak pekerjaan, kesempatan berusaha, dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal serta wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Iftitah menganggap kemajuan Batam turut menyuntikkan optimisme bagi pemerintah untuk membina pusat-pusat pertumbuhan baru lewat regulasi Transmigrasi Baru.

Di dalam skema kebijakan tersebut, area transmigrasi tidak lagi semata-mata dipandang sebagai tempat migrasi dan pemukiman warga, melainkan dibentuk sebagai ekosistem ekonomi yang terintegrasi dengan sektor industri, investasi, mutu sumber daya manusia, serta pasar.

Berdasarkan pandangannya, rekam jejak Batam membuktikan bahwa titik pertumbuhan ekonomi sanggup mekar di luar Pulau Jawa apabila disokong perencanaan yang matang, jaminan kepastian berusaha, kelengkapan sarana infrastruktur, serta mutu sumber daya manusia yang mumpuni.

Kementerian Transmigrasi, sambungnya, bakal mempererat kolaborasi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, hingga elemen masyarakat guna membina pusat-pusat ekonomi anyar sekaligus memperluas dampak positif pertumbuhan ke area di sekitarnya.

Iftitah juga menilai letak geografis Batam yang berhadapan langsung dengan pasar kawasan Asia Tenggara menyuguhkan peluang besar bagi daerah tersebut untuk memperkuat perannya sebagai simpul industri, logistik, serta ekonomi digital Indonesia.

“Batam telah menunjukkan potensinya sebagai mesin pertumbuhan baru Indonesia. Tugas kami sekarang adalah menjaga momentumnya, memperluas manfaatnya, dan memastikan setiap pertumbuhan benar-benar meningkatkan kualitas hidup rakyat,” ucap Iftitah.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam melaporkan realisasi investasi berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sepanjang semester I 2026 mampu menembus Rp29,89 triliun, yang terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sejumlah Rp17,80 triliun serta penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.

Pencapaian tersebut setara dengan 42,70 persen dari keseluruhan target investasi Batam pada 2026 yang dipatok sebesar Rp70 triliun.

Pada triwulan I 2026, sektor industri mesin dan elektronik tampil sebagai salah satu pilar utama investasi dengan sumbangan 23,65 persen, disusul oleh industri kimia dan farmasi yang menyumbang 21,18 persen.

Perluasan investasi tersebut juga diiringi dengan melonjaknya penyerapan tenaga kerja yang tercatat naik dari 30.979 orang pada semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada semester I 2026, atau mengalami kenaikan sebanyak 9.964 orang.

Tags

Terkini