JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan bahwa langkah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras hingga rampung September 2026 diambil pemerintah untuk mengendalikan inflasi, menjaga kestabilan harga beras, serta memperkokoh daya jangkau pangan warga.
"Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras agar rampung pada September 2026. Kalau bisa digeber di bulan September, kami rasa itu akan bisa mengendalikan harga beras,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai, langkah mempercepat penyaluran ini krusial untuk memastikan harga beras tetap stabil sekaligus meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pasokan pangan.
"Semakin cepat pula manfaat intervensi pemerintah dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah," ujarnya.
Pemerintah memandang percepatan intervensi pangan ini sebagai sarana vital untuk merawat keseimbangan pasokan dan permintaan di masyarakat.
Penyaluran yang dipercepat diyakini mampu memperkuat ketersediaan stok beras di tingkat lokal sekaligus menahan potensi lonjakan harga.
Sementara itu, bantuan pangan beras disalurkan buat alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026 kepada 33,24 juta penerima bantuan pangan (PBP) di kawasan Indonesia.
Masing-masing PBP berhak memperoleh 10 kg beras per bulan. Skema percepatan diterapkan lewat sekali penyaluran langsung, sehingga tiap PBP mendapati paket 30 kg beras.
Selanjutnya, pemerintah lewat Bapanas secara resmi memberi mandat kepada Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam program bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 yang ditujukan kepada 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP).
Agenda prorakyat bantuan pangan beras tahap kedua ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Pasokan beras dengan total 997,2 ribu ton siap dibagikan bagi 33.244.408 PBP, di mana tiap penerima mengantongi 10 kg untuk alokasi tiga bulan.
Di sisi lain, capaian penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk periode Februari dan Maret 2026 telah sukses menjangkau 33,14 juta penerima bantuan pangan atau menyentuh 99,7 persen dari kuota 33,24 PBP. Jumlah pasokan yang sudah terdistribusi mencapai 664,88 ribu ton beras beserta 132,97 ribu kiloliter minyak goreng.