Kemenekraf Dorong Jenama Lokal Bersaing di Kawasan Premium

Senin, 07 September 2026 | 23:40:32 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perluasan jangkauan pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal guna meningkatkan daya saing di area atau kawasan premium seperti SCBD Park dalam rangka memperkuat ekosistem.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi penyelenggaraan The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park yang membuktikan bahwa produk lokal maupun UMKM mampu menguasai ruang yang kerap dinilai premium lewat ragam produk berbasis kearifan lokal.

“SCBD yang sering dianggap terlalu premium untuk UMKM, hari ini dibuktikan sebaliknya, semua berkumpul, berjualan dan menampilkan produk luar biasa berbasis bahan serta kearifan lokal. Untuk masyarakat mari kami perkuat fondasi ekonomi nasional dengan membiasakan diri untuk bangga membeli dan menggunakan produk dalam negeri,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ia menyampaikan bahwa Presiden telah mengamanatkan perlunya kolaborasi dan gotong royong dalam memajukan produk kreatif buatan dalam negeri. 

Selain itu, wadah kolaborasi bersama The Local Market dan SCBD ini menjadi sarana bagi para kreator lokal untuk memperluas jangkauan pasar secara berkesinambungan.

Besarnya potensi produk lokal dalam memperkokoh posisi ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional tampak pada data BPS yang diolah Kementerian Ekraf.

Pada subsektor fesyen, kriya, dan kuliner, tercatat nilai ekspor barang ekonomi kreatif tertinggi sepanjang periode Januari–April 2026, yaitu masing-masing mencapai 5,85 miliar dolar AS, 3,82 miliar dolar AS, serta 0,28 miliar dolar AS.

Di samping itu, ketiga subsektor ini juga menjadi penopang utama ekonomi kreatif pada tahun 2025 dengan kontribusi masing-masing sebesar 41,06 persen untuk kuliner, 14,77 persen untuk fesyen, dan 10,70 persen untuk kriya.

“Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendukung ekosistem ini, agar kami terus kembali ke akar budaya dan menjaga kearifan lokal turun-temurun,” katanya.

The Local Market ID diselenggarakan secara berkala setiap akhir pekan pertama di setiap bulan sejak 1–2 Agustus 2026 hingga edisi 5–6 September 2026, sebagai pasar kreatif bulanan gratis tanpa tiket masuk yang mengusung kerja sama heksaheliks antara pemerintah, kurator, penyedia ruang publik, serta pejuang ekonomi kreatif.

Inisiatif ini digagas oleh PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID) bersinergi dengan Kementerian Ekraf dan Creative Event Entertainment (CEE), serta mendapat dukungan Artha Graha Group, dengan menghadirkan lebih dari 200 tenant terkurasi—mulai dari kuliner, kriya, fesyen, barang antik, lokakarya, hingga pertunjukan musik—sebagai wadah promosi kreativitas sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

“Kolaborasi CEE bersama dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah untuk menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Direktur CEE, Ananta Pribadi.

Sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekraf tampak berpartisipasi, seperti Allysia, KASI Living, Saiya, Lyka, Habitat Park, serta Paviliun Artha Graha Peduli. 

Salah satu peserta kurasi Open Call Kementerian Ekraf dari brand Goodthings mengapresiasi gelaran The Local Market yang membantu memperluas pasar busana pria dan wanita berunsur wastra Nusantara, seperti cardigan batik dan pakaian etnik modern.

Co-Founders Goodthings, Angela mengungkapkan bahwa saat berpartisipasi pada edisi bulan Agustus, dalam dua hari saja Goodthings berhasil memperoleh omzet hingga Rp14 juta.

Menurutnya, agenda ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pelaku ekraf, baik dari segi penambahan pengikut di media sosial, peningkatkan pembelian ulang, hingga pembukaan peluang menjaring konsumen baru dari area premium seperti SCBD.

Tags

Terkini