RI Tawarkan 138 Blok Migas ke Investor Rusia

Sabtu, 05 September 2026 | 20:12:02 WIB
Ilustrasi kilang minyak lepas pantai [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia telah menawarkan lebih dari 100 blok minyak dan gas bumi (migas) kepada investor Rusia.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menjelaskan, penawaran tersebut disampaikan Indonesia dalam rangkaian Eastern Economic Forum ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia.

Erani menyampaikan bahwa sektor energi menjadi salah satu topik yang banyak dibahas dalam pertemuan Indonesia dengan pihak Rusia. 

Ia menyebut pihak pemerintah telah membuka proses lelang terhadap lebih dari 100 blok migas.

"Kementerian ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang,” kata Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (5/9/2026).

Erani menuturkan, sektor energi menjadi salah satu bidang kerja sama utama yang dibahas bersama Rusia, terlebih Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam forum tersebut pada tahun ini.

Presiden Prabowo Subianto turut hadir sebagai pembicara utama dalam forum tersebut. 

Erani melanjutkan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ikut mendampingi Prabowo untuk mengawal kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia.

Adapun, Erani belum dapat memaparkan secara terperinci saat ditanya mengenai kelanjutan kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang energi nuklir. 

Menurutnya, penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menawarkan 138 blok eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia kepada perusahaan-perusahaan asal Rusia.

Tawaran tersebut disampaikan saat Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Universitas Federal Timur Jauh (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9/2026).

Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah tengah mendiskusikan kerja sama dengan beberapa grup asal Rusia guna mengembangkan proyek energi bersama, mulai dari kilang hingga terminal penyimpanan.

“Kami sedang mempertimbangkan semua peluang, kami berdiskusi untuk bekerja sama dengan grup Rusia mengembangkan bersama proyek-proyek, kilang, terminal penyimpanan di bidang energi,” ujar Prabowo.

Tags

Terkini