Angkasa Pura Uji Coba Biometrik, Naik Pesawat Tak Perlu Tunjuk KTP

Jumat, 04 September 2026 | 22:00:32 WIB
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai menguji coba sistem biometrik untuk mempermudah proses pelayanan penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi menyampaikan, sistem itu memungkinkan proses identifikasi penumpang di kemudian hari dijalankan lewat biometrik dan pemindaian wajah (face recognition) sehingga penumpang tidak harus berkali-kali memperlihatkan KTP.

Rizal menyebutkan bahwa pemanfaatan biometrik merupakan bagian dari transformasi proses pelayanan demi mewujudkan operasional bandara yang lebih seamless.

“Jadi kami mengharapkan kegiatan operasi, kegiatan pelayanan di bandara itu lebih seamless sehingga penumpang tidak perlu ribet dan punya waktu luang lebih luas," kata Rizal, dikutip pada Jumat (4/9/2026).

Menurut Rizal, prototipe sistem biometrik kini tengah berjalan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengembangan senada juga dilakukan di Bandara Juanda, Surabaya, serta mulai difungsikan di layanan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Rizal mengungkapkan, sistem tersebut bakal diperluas ke beberapa bandara strategis lainnya yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports.

Transformasi itu difokuskan untuk memangkas tahapan pemeriksaan identitas secara manual. Berbekal sistem biometrik dan face recognition, penumpang kelak tak perlu lagi mengeluarkan KTP saat melewati proses identifikasi di tiap tahapan pelayanan.

"Kita tahu bahwa antrean dulunya KTP satu-satu dicek, ke depannya tidak perlu lagi menunjukkan KTP. Tetapi sekarang masih, hanya lebih simpel," ujarnya.

Penerapan teknologi sejenis juga sudah berjalan melalui autogate di sejumlah titik layanan bandara internasional. Rizal mengatakan, sebagian besar autogate telah beroperasi, walaupun ada beberapa lokasi yang masih pada tahap pengujian.

Proses tersebut turut mencakup integrasi data Dukcapil dan data paspor untuk kebutuhan pelayanan penumpang internasional.

"Syukur alhamdulillah di dalam jam-jam peak ini sangat membantu dan ini sangat memberikan layanan antrean yang ada di bandara internasional kami," kata Rizal.

Rizal menjelaskan, transformasi pelayanan itu diharapkan bisa mempermudah penumpang dalam mengakses layanan bandara. Sistem yang dipersiapkan ini juga difungsikan guna menekan hambatan administratif yang selama ini kerap terjadi sewaktu penumpang harus menunjukkan dokumen fisik secara manual.

Tags

Terkini