Agrinas Palma: Agroindustri Kunci Pasokan Bioenergi Nasional

Jumat, 04 September 2026 | 21:09:02 WIB
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menganggap bahwa sektor agroindustri memegang peran vital dalam menjamin ketersediaan pasokan bioenergi nasional.

“Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan, serta memastikan hasil dari sektor hulu dapat terhubung dengan kebutuhan industri bioenergi nasional,” ujar Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, langkah intensifikasi dan ekstensifikasi area perkebunan merupakan kunci utama untuk menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan guna menopang ketahanan energi nasional.

Merujuk pada hasil analisis data Agrinas Palma, Indonesia diperkirakan memerlukan sekitar 104 juta ton CPO pada 2045 demi mencukupi kebutuhan biodiesel, konsumsi pangan, komoditas ekspor, produk turunan, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Untuk memenuhi target kebutuhan tersebut, diperlukan peningkatan produktivitas dari 3 ton menjadi 4,4 ton CPO per hektare, sekaligus perluasan areal sekitar 7,4 juta hektare.

Abdul memaparkan bahwa intensifikasi mesti ditempuh lewat percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penerapan sistem tumpang sari tanaman pangan, Good Agricultural Practices, proses digitalisasi, mekanisasi, hingga penguatan kegiatan riset dan inovasi.

Di lain sisi, langkah ekstensifikasi dijalankan lewat verifikasi kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi, yang diimbangi dengan reforestasi pada sisa kawasan serta area marginal.

Ia menekankan bahwa kenaikan produksi wajib selaras dengan tata kelola berkelanjutan melalui perlindungan kawasan High Conservation Value and High Carbon Stock, menjaga keanekaragaman hayati, larangan membakar lahan saat pembukaan area, serta penerapan sistem ketertelusuran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hilirisasi sawit dikembangkan lewat rantai produksi yang terintegrasi, mulai dari tata kelola kebun berkelanjutan, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya, pengoperasian truk listrik guna menekan emisi dan menghemat biaya pengangkutan, hingga proses pengolahan di pabrik kelapa sawit.

“Pendekatan tersebut diharapkan membuka lapangan kerja, memenuhi kebutuhan pangan dan energi, menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif, mengoptimalkan ekonomi sirkular, serta mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujar Abdul.

Di samping itu, agenda pengembangan biodiesel dan bioetanol bakal diwujudkan lewat kemitraan strategis antara Agrinas Palma dan PT Pertamina (Persero), serta mendapat dukungan dari Danantara.

“Kami ingin menghasilkan biodiesel dan bioetanol dengan dukungan pasokan bahan baku dari sektor agroindustri nasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, lembaga pembiayaan, serta pemilik teknologi,” kata Abdul.

Tags

Terkini