JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu percepatan pengembangan tiga fasilitas pabrik pengolahan nikel berbasis high-pressure acid leach (HPAL) di kawasan Sulawesi demi menopang hilirisasi nikel serta ekosistem rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Specialist Environment Sustainability Vale Indonesia Rizki Pratiwi menyampaikan, tiga proyek besar tersebut berlokasi di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako dengan total daya tampung produksi mencapai kisaran 246.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahunnya.
"Tiga proyek tersebut berada di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako dengan total kapasitas produksi mencapai 246.000 ton mixed hydroxide precipitate per tahun," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Proyek dengan skala terbesar berpusat di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang digarap berkolaborasi dengan Ford dan Huayou berbekal nilai investasi menembus US$4,5 miliar.
Fasilitas HPAL ini mengusung kapasitas 120.000 ton MHP per tahun, sementara sektor pertambangannya disiapkan untuk memproduksi 21 juta wet metric ton (wmt) limonit serta 7 juta wmt saprolit per tahun. Fasilitas HPAL Pomalaa ditargetkan mulai masuk fase operasional pada 2026.
Berikutnya, proyek IGP Morowali dibangun bersama GEM dan EcoPro melalui nilai investasi mendekati US$2 miliar. Pabrik HPAL ini mempunyai kapasitas output MHP di kisaran 60.000 ton per tahun.
Sektor Tambang Bahodopi diproyeksikan menyuplai sekitar 10,4 juta wmt limonit dan 5,5 juta wmt saprolit per tahun. Fasilitas HPAL Morowali ini diproyeksikan tuntas pada 2027.
Sementara itu, proyek IGP Sorowako Limonite dikembangkan berkolaborasi dengan Huayou lewat nilai investasi mencapai kisaran US$2,2 miliar. Unit HPAL ini mengantongi kapasitas produksi 60.000 ton MHP per tahun dan disuplai pasokan sekitar 11,5 juta wmt limonit per tahun dengan kadar nikel paling rendah 1,10%.
Akselerasi pembangunan ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Vale untuk menggenjot nilai tambah komoditas nikel di tanah air sekaligus memperkokoh kedudukan Indonesia pada rantai pasok industri baterai kendaraan listrik global.