Penjualan UNTR Terkoreksi per Juli 2026, Komatsu dan PAMA Mulai Naik

Kamis, 03 September 2026 | 00:12:01 WIB
PT United Tractors Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan penurunan volume penjualan pada hampir seluruh lini bisnis operasionalnya selama tujuh bulan pertama tahun 2026. Kendati demikian, lini bisnis alat berat Komatsu serta kontraktor PAMA memperlihatkan tren peningkatan pada Juli.

Berdasarkan laporan pembaruan operasional bulanan United Tractors, emiten alat berat dan pertambangan milik Grup Astra ini membukukan penjualan alat berat Komatsu sejumlah 2.393 unit hingga Juli 2026, atau mengalami penurunan 22,75% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan capaian periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.098 unit.

Sektor pertambangan atau mining tetap mendominasi sebagai penyumbang utama sebesar 53%, diikuti sektor konstruksi 18%, kehutanan 12%, dan agribisnis 17%.

Pada lini bisnis kontraktor penambangan di bawah PT Pamapersada Nusantara (PAMA), volume produksi batu bara milik klien tercatat melandai 3,26% YoY dari 82,8 juta ton menjadi 80,1 juta ton. 

Di saat yang sama, volume overburden removal terkoreksi 10,07% YoY dari 636,6 juta bank cubic meter (bcm) menjadi 572,5 juta bcm.

Lini pertambangan batu bara yang dikelola PT Tuah Turangga Agung (TTA) juga mengantongi penurunan volume penjualan 15,94% YoY menjadi 7,98 juta ton per Juli 2026. 

Capaian penjualan ini terdiri dari 4,70 juta ton batu bara termal milik TTA, 1,81 juta ton batu bara metalurgi, serta 1,46 juta ton batu bara termal pihak ketiga.

Koreksi paling dalam melanda lini pertambangan emas yang dijalankan PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya. Penjualan setara emas UNTR merosot 77,62% YoY dari 143.000 ons menjadi hanya 32.000 ons hingga Juli 2026.

Sementara pada bisnis pertambangan nikel via Stargate, volume penjualan bijih nikel tergerus 24,63% YoY menjadi 973.000 wet metric ton (wmt) per Juli 2026. Rinciannya terdiri dari 657.000 wmt limonit dan 316.000 wmt saprolit.

Secara bulanan, pada Juli 2026 penjualan Komatsu berhasil naik menjadi 399 unit dari posisi bulan sebelumnya sebanyak 304 unit. 

Operasional kontraktor PAMA juga meningkat dengan volume OB mencapai 90,9 juta bcm dari 81,1 juta bcm pada Juni 2026. Produksi batu bara turut terkerek ke level 13 juta ton dari sebelumnya 11,8 juta ton.

Sebaliknya, penjualan batu bara menyusut menjadi 746.000 ton pada Juli 2026 dari bulan sebelumnya sebesar 1,03 juta ton. Penjualan emas juga terkoreksi menjadi 9.000 ounces dari capaian Juni 2026 yang sebanyak 10.000 ounces.

Untuk kinerja semester I/2026, UNTR membukukan total pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, atau menyusut 15% dari posisi Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.

Penurunan pendapatan tersebut dipicu oleh melandainya penjualan emas di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi dampak alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.

Namun, tekanan tersebut sebagian dapat ditopang oleh peningkatan pendapatan sektor kontraktor penambangan yang didorong oleh penguatan nilai tukar kurs USD.

Perseroan pun membukukan laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp956 miliar. Hasil laba bersih tersebut anjlok 88% YoY dibanding semester I/2025 yang sebesar Rp8,13 triliun.

Adapun laba bersih UNTR di luar non-recurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, yang utamanya disebabkan oleh penjualan emas yang lebih rendah. 

Penurunan penjualan emas dari Tambang Emas Martabe ini merupakan imbas dari penghentian sementara kegiatan operasional tambang, yang mana Tambang Emas Martabe telah kembali beroperasi pada masa pelaporan kuartal kedua.

Tags

Terkini