Pertamina NRE Raih 6,2 Juta Jam Kerja Selamat hingga Agustus 2026

Kamis, 03 September 2026 | 23:52:31 WIB
PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) [FOTOT: NET].

JAKARTA - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menorehkan 6,29 juta jam kerja selamat sampai dengan Agustus 2026. Capaian ini merupakan akumulasi dari 1,79 juta jam kerja karyawan internal serta 4,49 juta jam kerja dari pihak mitra kerja.

Di samping itu, Pertamina NRE membukukan Total Recordable Incident Rate (TRIR) di angka 0,00 beserta catatan nihil kecelakaan kerja fatal (zero fatal accident).

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis mengungkapkan, sekalipun perusahaan menorehkan tren kinerja keselamatan yang positif, manajemen tetap memperketat kontrol risiko demi mengantisipasi potensi timbulnya kecelakaan berskala besar (major accident) di ranah operasional.

Dalam kurva ini, pencegahan major accident menuntut komitmen penuh dari seluruh jajaran pekerja, tidak semata-mata dibebankan pada divisi health, safety, security and environment (HSSE).

"Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional. Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko," ujar John dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Menurut pandangannya, internalisasi budaya keselamatan wajib diimplementasikan ke dalam tiap-tiap aktivitas operasional, termasuk dengan mengarahkan pekerja untuk peka mengenali sekaligus memetakan potensi bahaya sebelum berisiko memicu insiden.

Pihak Pertamina NRE kian mengokohkan implementasi tiga Golden Rules Pertamina, yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli. 

Ketiga pijakan ini mendorong setiap pekerja untuk senantiasa menaati standar prosedur keselamatan, berani menghentikan atau mengintervensi sewaktu mendapati kondisi yang membahayakan, serta meningkatkan rasa peduli pada keselamatan rekan sejawat dan lingkungan sekitar.

Langkah akselerasi budaya HSSE tersebut diselenggarakan lewat Grand HSSE Meeting Subholding Power & New Renewable Energy (SH PNRE) 2026 yang berlangsung di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (27/8/2026).

Rangkaian acara tersebut turut dipadukan dengan agenda Management Walkthrough (MWT) di kawasan operasional JSP. 

Dalam peninjauan tersebut, jajaran manajemen mengevaluasi penerapan standar keselamatan serta kontrol risiko sekaligus memetakan potensi unsafe action dan unsafe condition di area lapangan.

Sebagai informasi, JSP merupakan salah satu aset strategis dalam portofolio bisnis Pertamina NRE yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.760 megawatt (MW).

Unit PLTGU Jawa-1 mencakup dua unit pembangkit yang masing-masing berkapasitas 880 MW. Fasilitas pembangkit ini terhubung langsung dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), instalasi jaringan transmisi 500 kilovolt (kV), beserta gardu induk Gas Insulated 500 kV.

John menegaskan, raihan jam kerja selamat dan nihil kecelakaan fatal menjadi pijakan utama bagi perusahaan untuk terus menyempurnakan manajemen risiko.

"Melalui penguatan kepemimpinan, disiplin operasional, dan budaya keselamatan di seluruh lini, kami terus berkomitmen mewujudkan zero major accident serta membangun budaya HSSE yang konsisten dan berkelanjutan," kata dia.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini