JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diproyeksikan mulai mengelola sektor transportasi laut di kawasan Kepulauan Seribu pada Juni 2027.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengutarakan, pihaknya saat ini tengah mematangkan berbagai kebutuhan teknis demi mengambil alih pengelolaan moda angkutan laut dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
"Dalam waktu hampir sebulan ke depan karena ditargetkan Juni 2027 sudah terjadi peralihan pengelolaan, kami mengambil langkah-langkah cepat untuk bisa menunaikan ataupun menjalankan penugasan ini," kata Welfizon dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Sebagai langkah awal persiapan, pihak Transjakarta bersama Dishub DKI dan Bupati Kepulauan Seribu telah melakukan peninjauan lapangan ke lima pulau pada 22 Agustus 2026. Kelima wilayah tersebut mencakup Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.
Welfizon menjelaskan, agenda peninjauan itu dilaksanakan guna memantau secara langsung kondisi transportasi riil di lapangan sekaligus menjaring aspirasi dari warga setempat.
Dari hasil peninjauan tersebut, Transjakarta memetakan sejumlah permasalahan dasar. Salah satunya yaitu tingginya tingkat kesulitan warga dalam memperoleh akses transportasi antarpulau. Warga bahkan tidak jarang terpaksa menyewa kapal khusus (carter) sewaktu hendak bepergian ke pulau lain.
Kondisi tersebut juga kerap dialami oleh warga yang mengalami sakit saat hendak berobat menuju puskesmas.
"Disampaikan angkutan antarpulau, terutama untuk masyarakat yang sakit yang harus ke Puskesmas, itu kadang harus melakukan carter kapal," ujar Welfizon.
Di samping itu, warga menaruh harapan agar rute pelayaran dan kuota frekuensi perjalanan kapal dapat ditambah sehingga mobilitas antarpulau makin mudah dijangkau.
Kendala lain yang turut dikeluhkan berada pada mekanisme pembelian tiket. Menurut penuturan Welfizon, keterbatasan armada kapal yang beroperasi mengakibatkan ketersediaan tiket cepat habis. Bahkan, sesaat setelah akses pendaftaran dibuka, tiket dapat seketika ludes terjual.
"Karena supply yang terbatas, itu biasanya selalu terjadi war tiket. Jadi pada saat dibuka, tiketnya langsung habis," katanya.
Oleh karena itu, Transjakarta berencana membenahi sistem tiketing agar lebih transparan dan memudahkan masyarakat. Aspek standar keselamatan moda kapal pun tidak luput dari perhatian utama.
Welfizon menuturkan bahwa tingkat kelaikan dan standar keselamatan armada kapal milik masyarakat saat ini belum terstandarisasi secara merata. Pihak Transjakarta juga sudah berdiskusi dengan para pengusaha kapal tradisional untuk menjajaki peluang kerja sama.
Para pelaku usaha kapal tradisional tersebut, lanjut Welfizon, berharap tetap dilibatkan secara aktif sebagai mitra operator ketika sistem baru tersebut diresmikan.
Demi menopang tata kelola transportasi laut ini, Transjakarta menargetkan pembentukan unit anak usaha baru pada Januari 2027. Setelahnya, tahapan persiapan operasional hingga pengurusan izin usaha akan bergulir secara intensif sampai Juni 2027.
"Januari sampai dengan Juni, semester I 2027, persiapan operasional dan juga izin usaha," ujarnya.
Transjakarta saat ini tengah melakukan analisis komprehensif atas berbagai variabel pendukung. Studi mendalam tersebut mencakup aspek regulasi, kelaikan armada kapal dan dermaga, penetapan rute, proyeksi volume penumpang, hingga kalkulasi kebutuhan anggaran.
Ke depannya, Transjakarta mempertimbangkan opsi penerapan pola hub and spoke. Lewat skema ini, kapal berkapasitas besar akan mengangkut penumpang dari daratan Jakarta menuju pulau tertentu.
Setibanya di pulau transit tersebut, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan armada kapal yang lebih kecil atau kapal pengumpan (feeder) menuju lokasi pulau tujuan.
Kendati demikian, Welfizon menegaskan bahwa skema pelayaran tersebut masih memerlukan pengkajian lebih lanjut.
Transjakarta akan terus memetakan tingkat kebutuhan penumpang, efisiensi rute, serta intensitas jumlah perjalanan yang diperlukan. Selain menyediakan angkutan penumpang, Transjakarta turut membidik layanan pengiriman barang dan sektor pariwisata.
"Kami melihat setidaknya ada tiga stream bisnis yang kita bisa kelola, yaitu pergerakan penumpang komuter, logistik, dan juga wisata," kata Welfizon.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT