Wamen ESDM: Harga BBM Pertamax Mengikuti Harga Pasar Dunia

Rabu, 02 September 2026 | 00:35:31 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung [FOTO: NET].

JAKARTA Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menjelaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax senantiasa mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia.

“Kalau untuk pertamax itu kan prinsipnya itu adalah sesuai dengan harga pasar,” ujar Yuliot ketika ditemui setelah The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Yuliot memaparkan bahwa pihak Pertamina mempunyai performulaan khusus dalam mengkalkulasi tarif BBM nonsubsidi, yang mencakup komponen biaya pokok penyediaan (BPP) serta margin keuntungan.

“Harga itu (pertamax) kan kan kami lihat itu harga rata-rata (minyak dunia). Dari harga rata-rata ya kira-kira berapa BPP dari Pertamina, kemudian ada margin,” ucap Yuliot.

Banderol bahan bakar minyak (BBM) per 1 September 2026 mencatatkan penyesuaian pada beberapa varian produk. 

Pertamina merilis kenaikan tarif untuk sederet BBM nonsubsidi, antara lain Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green.

Di wilayah Jabodetabek misalnya, tarif BBM tipe Dexlite (CN 51) bergeser menjadi Rp23.700 per liter mulai 1 September, dari yang sebelumnya Rp19.700 per liter. 

Lalu Pertamina Dex (CN 53) turut melonjak dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter efektif 1 September 2026.

Di samping itu, angka penjualan Pertamax Turbo mengalami peningkatan dari Rp18.300 per liter pada bulan Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September 2026, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 per liter menjadi Rp19.150 per liter yang mulai berlaku 2 September 2026.

Di sisi lain, patokan harga Pertamax bertahan di angka Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. 

Jenis BBM penugasan maupun subsidi tidak mengalami perubahan nilai, yakni Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Merujuk laporan Sputnik, pergerakan harga minyak mentah jenis Brent global melonjak hingga menembus 96 dolar AS per barel di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Iran, berdasarkan catatan transaksi perdagangan.

Pada pukul 00.58 GMT, nilai kontrak berjangka minyak mentah Brent pengiriman Desember menguat 1,48 persen dari posisi penutupan sebelumnya ke level 96,65 dolar AS per barel. 

Pada saat bersamaan, kontrak berjangka WTI pengiriman Oktober bertambah 1,98 persen ke posisi 92,20 dolar AS per barel.

Rincian tersebut memperlihatkan lonjakan harga yang cukup tajam jika disandingkan dengan kondisi pengujung Agustus lalu. 

Banderol minyak mentah Brent sempat merosot pada akhir Agustus 2026 ke area 86,2 dolar AS per barel, meneruskan tren penurunan 2,4 persen dari sesi sebelumnya. 

Demikian pula dengan West Texas Intermediate (WTI) yang menyusut 5,5 persen menuju 80,40 dolar AS per barel.

Tags

Terkini