Mentan Beri Combine Harvester ke Buruh Tani Karawang

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:07:32 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan mesin pertanian berupa combine harvester kepada buruh tani di Karawang, Jawa Barat, sekaligus mengganti alat pertanian yang hilang demi mendongkrak produktivitas dan pendapatan mereka saat melakukan peninjauan ke areal persawahan setempat.

"Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari," ujar Mentan saat berdialog bersama para buruh tani di Karawang, Jabar, pada hari Senin.

Aksi tanggap darurat tersebut bermula ketika rombongan Mentan melintas di kawasan persawahan Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, dan mendapati sekelompok buruh tani sedang bekerja. 

Amran lantas menghampiri mereka secara langsung untuk berdialog dan mendapati fakta bahwa mayoritas dari mereka tidak memiliki lahan pribadi serta bergantung pada upah buruh panen.

Selain itu, kelompok tersebut juga kehilangan alat pertanian akibat dicuri pada malam perayaan 17 Agustus 2026. Merespons hal tersebut, Amran langsung berkomitmen untuk mengganti perangkat yang raib.

"Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kami ganti," ucap Mentan.

Sebagai solusi jangka panjang, bantuan combine harvester diberikan agar dikelola bersama guna mempercepat proses panen sekaligus membuka peluang bisnis baru. Amran menegaskan bahwa prioritas penerima adalah mereka yang tidak memiliki alat, baik itu traktor maupun combine.

Alat tersebut dirancang untuk melayani jasa panen warga sekitar dengan kapasitas harian yang luas, sehingga mampu mendatangkan omzet tambahan. Pengelolaannya wajib dilakukan secara kolektif dengan sistem bagi hasil yang transparan untuk operasional dan penghasilan bersih anggota.

"Misalnya, dapat lima hektare, berarti dapat Rp10 juta. Rp3 juta disimpan untuk beli bensin, yang Rp7 juta dibagi untuk 10 orang. Berarti Rp700 ribu satu orang per hari," urai Amran, sembari menekankan agar bantuan ini tidak dikuasai perorangan demi kesejahteraan bersama.

Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas dampak positif mekanisasi pertanian bagi buruh tani sebagai pilar penting produksi pangan. 

Respons positif turut dirasakan oleh para penerima. Julaiha, salah satu buruh tani asal Desa Tegal Sawah, mengaku sangat bersyukur atas bantuan dan penggantian alat yang dijanjikan.

"Bapak tadi langsung memberikan combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insya Allah diganti," tuturnya.

Ia berharap kehadiran fasilitas modern ini mampu memicu semangat kerja serta produktivitas rekan-rekan seprofesinya, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah. 

Senada dengan Julaiha, Engkus selaku buruh tani lainnya juga menyampaikan rasa syukur dan berencana mengoperasikan bantuan tersebut secara kolektif.

"Alhamdulillah. Bantuan ini semoga bisa dimanfaatkan oleh kami semua. Nanti akan digunakan beberapa orang di sini," pungkasnya.

Tags

Terkini