Menaker Pastikan Lulusan Vokasi Terserap Lewat Kurikulum Industri

Selasa, 01 September 2026 | 20:08:02 WIB
Menaker Pastikan Lulusan Vokasi Terserap Lewat Kurikulum Industri [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjamin seluruh peserta Pelatihan Vokasi Nasional terserap secara optimal di pasar kerja seiring dengan pembaruan ekosistem balai pelatihan yang saat ini mengadopsi kurikulum berorientasi kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri.

Pernyataan tersebut diutarakan Yassierli sewaktu meresmikan pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang berlokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa (1/9/2026).

"Kemnaker telah meninggalkan pola lama yang hanya berfokus pada pasokan lulusan (supply-driven). Industri kini bertindak sebagai demand orchestrator yang mengidentifikasi kebutuhan keahlian serta menetapkan standar kompetensi sejak awal," tegasnya.

Menurut pandangannya, lewat skema ini perusahaan tidak sebatas berperan sebagai pengguna lulusan semata, melainkan menjadi mitra aktif yang turut menyusun kurikulum, menjalankan pelatihan, hingga memberikan komitmen penyerapan kerja pasca-pelatihan.

Menaker menegaskan bahwasanya peserta Batch 4 merupakan calon-calon terbaik. Sebanyak 12.128 orang yang menjalani pelatihan merupakan hasil penyaringan ketat dari total 30.000 pendaftar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, konsentrasi bidang pelatihan mencakup sektor-sektor unggulan seperti welding, green skill, smart operation, agroforestry, AI digital skill, hospitality, sampai manufaktur.

"Setelah menyelesaikan masa pelatihan secara gratis, lulusan dibekali sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menjadi bukti konkret daya saing keterampilan mereka di mata industri," ujarnya.

Volume peserta yang dilatih saat ini dinilai relatif masih kecil jika disandingkan dengan besarnya angka kebutuhan tenaga terampil di lapangan, sehingga lulusan vokasi yang kompeten telah dinanti oleh bermacam perusahaan.

Penyelarasan kurikulum ini dihadirkan sebagai terobosan utama Kemnaker untuk menghentikan paradoks ketenagakerjaan, sekaligus mempermudah generasi muda dalam memperoleh pekerjaan, merintis wirausaha, maupun mendongkrak produktivitas.

Tags

Terkini