Zulhas: Sektor Pangan Tawarkan Peluang dari Hulu hingga Hilir

Selasa, 01 September 2026 | 19:48:32 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan bahwasanya sektor pangan menyajikan peluang amat luas bagi generasi muda, tak sebatas menjadi petani, melainkan pula pada ranah pengolahan, logistik, teknologi, hingga bisnis dari hulu sampai hilir.

“Di pertanian tidak hanya nanam padi. Dia bisa menjadi agen, bisa macam-macam. Bisa logistiknya, bisa olahannya, bisa teknologinya. Begitu luas lapangan peluang,” katanya usai menghadiri Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026).

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa generasi Z mesti berani menangkap peluang itu untuk mengambil andil dalam pembangunan sektor pangan nasional.

Berdasarkan pandangannya, sektor pangan menyimpan mata rantai panjang sehingga generasi muda tak usah sebatas berfokus menjadi petani.

“Kalau berebut menjadi petani, jadinya sempit. Padahal bidangnya begitu luas,” katanya.

Zulhas menilai penetrasi teknologi membuka ruang peluang baru bagi generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, teknologi sanggup meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mencetuskan lapangan usaha baru.

Zulhas memberikan contoh penerapan mesin pertanian yang sanggup menuntaskan pekerjaan dalam durasi lebih cepat ketimbang cara manual.

Oleh sebab itu, generasi muda perlu mempunyai ikhtiar untuk belajar dan menguasai teknologi supaya sektor pangan Indonesia kian efisien serta kompetitif.

“Kalau negara maju, teknologinya lebih maju karena mereka bekerja keras, belajar menciptakan teknologi. Kami harus mengejar ketertinggalan itu,” katanya.

Saat menyampaikan pidato sambutan dalam upacara, Zulhas memacu mahasiswa agar tak sekadar berorientasi menjadi pencari kerja usai lulus, melainkan mulai merintis peluang usaha semenjak masih di bangku kuliah.

Ia menjelaskan peluang di bidang pangan tersedia dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi, pengolahan, pemasaran, logistik, sampai penetrasi teknologi.

“Kalau kami ngomong pangan, tidak cuma tanam. Begitu banyak aspek yang terbawa. Kamu bisa bicara bisnis, logistik, teknologi. Banyak sekali,” katanya.

Zulhas menegaskan bahwasanya keberanian merupakan salah satu kunci penting untuk menyambar peluang tersebut.

Menurut pemikirannya, kapabilitas yang dimiliki seseorang tidak bakal berkembang optimal jika tidak diiringi keberanian untuk mencoba serta mengambil risiko.

“Boleh pintar, boleh hebat, tapi kalau tidak berani tampil, orang tidak tahu,” katanya.

Ia mengimbau mahasiswa mengawali usaha sejak dini, biarpun dalam skala kecil, sebagai bagian dari proses memupuk kemandirian dan pengalaman.

“Begitu banyak peluang di berbagai bidang dan kamu bisa. Asal berani memulai,” katanya.

Zulhas optimistis masa depan Indonesia sangat cerah kala menyaksikan gelora semangat generasi muda yang menempuh pendidikan tinggi.

“Indonesia itu masa depan sangat cerah kalau lihat anak-anak kami yang ikut belajar, kuliah. Gen Z, lihat wajah mereka, semangat mereka luar biasa,” kata Zulhas..

Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso memaparkan jumlah mahasiswa perguruan tinggi tersebut saat ini bertengger di kisaran 21.000 orang, dengan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 menyentuh 4.017 orang dari beragam daerah di Indonesia maupun mancanegara dan berpotensi menggapai sekitar 5.000 orang layaknya tahun-tahun sebelumnya.

“Kampus terus mengembangkan pendidikan, sumber daya manusia, dan fasilitas untuk melahirkan generasi muda yang kuat secara spiritual, bermoral, terampil, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Tags

Terkini