Menaker Sebut Pendidikan Vokasi Siapkan SDM Adaptif Dunia Kerja

Selasa, 01 September 2026 | 19:40:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa pendidikan vokasi mesti sanggup menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berbekal kompetensi serta karakter relevan terhadap dinamika dunia kerja.

Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyebutkan hal ini sejalan dengan penetrasi kecerdasan buatan (AI), otomatisasi industri, hingga ekonomi hijau dan digital yang telah mengubah lanskap jenis pekerjaan serta kompetensi yang dibutuhkan.

“Karena itu, perguruan tinggi vokasi perlu menyesuaikan pola pendidikan agar mahasiswa memiliki kompetensi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Yassierli.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwasanya pergeseran tersebut juga tampak dari paradigma pasar kerja global yang mulai beranjak dari sekadar pemenuhan gelar menuju penguasaan keterampilan.

Dalam kondisi demikian, perusahaan tak hanya menimbang latar belakang pendidikan formal semata, melainkan turut mempertimbangkan kompetensi, portofolio, serta rekam jejak pengalaman calon tenaga kerja.

Menurut keterangannya, lanskap pasar kerja nasional pun memperlihatkan masih tersisanya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap, sementara sektor industri bertabrakan dengan kebutuhan tenaga kerja berspesifikasi keterampilan yang pas.

Keadaan tersebut mempertegas krusialnya memastikan kompetensi yang diraih mahasiswa benar-benar padu dengan kebutuhan industri.

“Mahasiswa harus mampu menunjukkan apa yang bisa dilakukan, bukan hanya apa yang dipelajari. Ijazah tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kesiapan seseorang memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.

Lebih jauh, ia menginstruksikan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) untuk merancang kurikulum dan ekosistem pembelajaran yang responsif atas kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

Penguasaan kompetensi inti, sambung dia, tetap berperan sebagai fondasi, namun mesti dilengkapi kapabilitas lintas bidang yang selaras dengan perkembangan tren pekerjaan di masa depan.

Di samping aspek kompetensi, ia menilai kreativitas beserta inovasi patut dijadikan bagian dari budaya belajar. Kreativitas mahasiswa perlu diasah supaya sanggup melahirkan gagasan serta solusi yang memberi nilai tambah di ranah kerja.

Yassierli turut meminta para mahasiswa Polteknaker untuk memupuk tiga karakter kunci, yakni penguasaan kompetensi inti di atas rata-rata, rasa kepedulian sosial berdasar data valid, serta keberanian mengeksekusi terobosan.

“Keterpaduan antara kompetensi, kepedulian sosial, dan keberanian berinovasi akan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi masa depan. Dari sinilah Polteknaker diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan pendidikan vokasi nasional,” kata Yassierli.

Tags

Terkini