Kementerian PU Perkuat Layanan Air Bersih Pengungsi Pulau Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:33:31 WIB
Kementerian PU memperkuat layanan air bersih [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan dukungan layanan air bersih bagi para pengungsi di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan prioritas utama dalam masa penanganan darurat sebab berkaitan langsung dengan kesehatan serta keberlangsungan hidup masyarakat.

“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kami layani. Kementerian PU terus bergerak melakukan pendataan, pemeriksaan, dan penanganan infrastruktur yang terdampak, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Tercatat hingga 27 Agustus 2026, pasokan air bersih sebanyak 214.000 liter telah disalurkan kepada 21.740 jiwa yang tersebar di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, serta Ngada.

Penyaluran air bersih ini dilakukan secara bertahap sejak 19 Agustus 2026 dengan menjangkau berbagai titik terdampak, mulai dari lokasi pengungsian, fasilitas kesehatan, area sekolah, rumah ibadah, perkantoran pemerintah, hingga permukiman warga.

Penguatan pasokan air bersih kini didukung dengan penambahan sarana distribusi di beberapa daerah terdampak.

Kementerian PU mengerahkan 12 unit Mobil Tangki Air (MTA) serta 27 unit Hidran Umum (HU) untuk meluaskan cakupan pelayanan, terutama di posko pengungsian dan wilayah yang sistem air minumnya terganggu akibat gempa.

Di Kabupaten Manggarai, pasokan air bersih di Posko Kecamatan Reok saat ini disokong oleh 2 unit MTA yang melayani dua titik utama, yakni Posko Golo Conggo dan Posko Barangkolong.

Di samping itu, ada pula 1 unit MTA bantuan relawan yang ikut memasok kebutuhan air bersih pada posko-posko mandiri di wilayah Kecamatan Reok.

Dua unit MTA tersebut sudah menyalurkan sebanyak 16.000 liter air bersih ke Posko Barangkolong guna mencukupi kebutuhan 1.890 jiwa.

Sementara di Manggarai Timur, bantuan armada darurat diperkuat dengan hadirnya empat unit MTA dan 17 unit HU. 

Di saat bersamaan, Kementerian PU mendampingi pemerintah daerah melakukan pendataan kerusakan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), salah satunya di Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Pipa transmisi SPAM Rana Mese dilaporkan putus total, sedangkan perbaikan SPAM Kota Komba sedang ditangani melalui proses pengelasan oleh UPTD setempat.

Selama rentang 19–27 Agustus, distribusi air di Manggarai Timur menjangkau sejumlah area, seperti Desa Pota, Nangambaur, Golo Lijun, Nangambaling, hingga beberapa posko di Kecamatan Borong dan Sambi Rampas.

Adapun di Nagekeo, penyaluran air bersih menyasar titik-titik di Kecamatan Aesesa dan area sekitarnya, meliputi Kelurahan Danga, Rumah Jabatan Bupati, RSU Aeramo, Posko Lapangan Berdikari, serta deretan posko mandiri.

Pada 27 Agustus, penyaluran air kembali dilakukan ke Posko Terpadu Gua Maria Batunitu, Desa Danga, Desa Nangadero, dan Desa Renduwawo.

Di Kabupaten Ngada, pasokan air bersih menjangkau beberapa lokasi di Kecamatan Riung dan Riung Barat, mencakup Nangamese, Desa Ria, Wolomese, Lana Mai, hingga Desa Ngara. Pada 27 Agustus, sebanyak 20.000 liter air telah dikirimkan ke posko mandiri serta warga terdampak di Desa Ngara, Kecamatan Riung Barat.

Sementara untuk wilayah Sikka, penyaluran air bersih diarahkan ke Posko Pengungsian Gelora Samador dan Desa Ladolaka, Kecamatan Palue. 

Sebagai langkah penguatan layanan darurat, satu unit MTA turut ditempatkan di Desa Baopaat, Kecamatan Lela

Tags

Terkini