Kejar Swasembada Gula 2 Tahun, Pemerintah Siapkan Rp1,7 Triliun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) sedang memacu ketercapaian swasembada gula yang ditargetkan tuntas dalam tempo dua tahun. 

Langkah pemenuhan mandiri gula ini intensif diupayakan lantaran merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang memberi alokasi tenggat empat tahun untuk Kementan.

Kendati demikian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, berupaya agar swasembada gula dapat terealisasi dalam dua tahun lewat pemekaran lahan tanam menjadi 30 hektar di wilayah Lampung.

“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektar,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).

Walau begitu, Amran memaparkan, guna mendongkrak capaian gula nasional, langkahnya tidak dapat sekadar bergantung pada perluasan cakupan lahan tanam belaka.

Kementan pun harus membenahi tingkat produktivitas tanaman dengan mengeksekusi peremajaan pada tebu milik rakyat. 

Sekitar 86 persen dari tanaman tebu rakyat atau plasma memerlukan pembaruan.

Apabila tanpa peremajaan, maka daya hasil pohon tebu tak bakal optimal serta membentang kendala dalam mewujudkan swasembada.

Oleh sebab itu, pemerintah telah menyiapkan alokasi dana khusus guna menopang alur peremajaan tanaman tebu tersebut.

“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar. Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp 1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” kata Mentan Amran.

Kementan mematok target agar agenda pembaruan tebu dapat dirampungkan dalam kurun waktu tiga tahun. 

Mentan optimistis, apabila proses peremajaan tebu terealisasi dengan baik, total produksi gula nasional bakal mengalami peningkatan secara tajam.

“Kalau itu terjadi, Insya Allah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih,” ujar dia.

Merujuk data Taksasi Tengah Giling 2026, volume produksi Gula Kristal Putih (GKP) tingkat nasional menyentuh 3,2 juta ton, melonjak sekitar 13,1 persen apabila disandingkan dengan tahun 2025.

Pertumbuhan angka produksi tersebut ditunjang oleh bertambahnya kawasan areal tebu, naiknya pasokan produksi tebu, serta pembenahan persentase rendemen. 

Pada 2026, total areal tebu diproyeksikan menembus 585.390 hektare dengan capaian produksi tebu di kisaran 40,20 juta ton dan kadar rendemen 7,51 persen.

Tags

Terkini