BGN Coret 80-an Sekolah Swasta Elite dari Penerima Alokasi MBG

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:48:31 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan kurang lebih 80 sekolah swasta di Indonesia sudah dicoret dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekolah-sekolah itu, menurut penuturan Sudaryono, merupakan lembaga pendidikan swasta papan atas yang dipandang tak memerlukan alokasi bantuan MBG.

"Sudah kami sisir, sekarang ini kan kami udah sisir beberapa sekolah swasta yang memang swasta elite kan saya kira tidak membutuhkan MBG," kata Sudaryono ditemui di Kementerian Keuangan pada Jumat (28/8/2026).

Sudaryono menyampaikan, pemangkasan tersebut telah diberlakukan. Sekolah-sekolah yang dikeluarkan dari daftar tidak lagi mengantongi jatah MBG dari pemerintah.

"80-an sekolah itu se-Indonesia yang kemudian sekolah swasta khususnya. Itu kemudian kami exclude untuk tidak diberikan MBG," ujarnya.

Ia menguraikan, peninjauan ulang daftar penerima MBG turut berkaitan dengan efisiensi anggaran. 

Lewat kebijakan tidak memberikan jatah bagi sekolah yang dianggap mampu, kebutuhan anggaran MBG dapat disesuaikan.

Sudaryono memberi contoh beberapa sekolah yang tak lagi menerima penyaluran MBG, seperti SMA Taruna Nusantara dan sekolah Kemala Bhayangkari. 

Menurut pandangannya, sekolah-sekolah tersebut berkonsep berasrama yang telah mengelola kebutuhan konsumsi siswanya secara mandiri.

"Termasuk sekolah seperti Taruna Nusantara, kemudian Kemala Bhayangkari, itu kan sekolah-sekolah berasrama," ujar Sudaryono.

Ia bahkan mengungkit pengalamannya sewaktu menimba ilmu di SMA Taruna Nusantara yang menurutnya juga tak memperoleh MBG lantaran urusan konsumsi sudah menjadi bagian terpadu dari aktivitas sekolah.

Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menuturkan publik dapat memantau deretan sekolah yang tak mendapat jatah alokasi MBG lewat aplikasi Radar MBG.

"Anda bisa cek di Radar MBG. Cek aja, misalnya masukkan aja sekolah misalnya JIS, atau Cikal, atau Taruna Nusantara, atau Kemala Taruna Bhayangkara misalnya. Nanti di dalam Radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG," tutur Sudaryono.

Sudaryono meyakinkan bahwa penajaman alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah dieksekusi. 

Namun, dirinya belum bisa merincikan nominal penghematan dari langkah tersebut.

Ia menambahkan, alokasi anggaran MBG untuk tahun 2027 yang telah disampaikan pemerintah dipatok sebesar Rp240 triliun, bukan Rp480 triliun.

Tags

Terkini