Menteri PPN Tegaskan Pentingnya Inovasi Terapan Ketahanan Pangan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:24:31 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy [FOTO: NET].

JAKARTAV- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan krusialnya keberadaan inovasi terapan demi menyokong ketahanan pangan nasional yang berdaya guna, efisien, serta berkelanjutan.

Kala memantau implementasi riset dan teknologi pertanian berbasis data di Research Center (RC) Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers), Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rachmat mengapresiasi terobosan berbasis data yang diaplikasikan secara langsung di lapangan.

"Terus terang dengan ada contoh-contohnya seperti ini, model-model seperti ini, maka ada harapan baru bagi pertanian kita. Ada harapan baru buat petani kita dan ada harapan baru untuk membangun swasembada pangan, energi, dan air," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Di sela peninjauan tersebut, Menteri PPN mengamati ekosistem pemecahan masalah pertanian presisi yang memperpadukan pemetaan fisik tanah hingga analisis berfondasi kecerdasan buatan.

Metode pertanian berorientasi teknologi digital turut dipamerkan, seperti Soil Test Kit, yakni perangkat uji tanah portabel yang telah diuji coba pada lebih dari 200 demplot untuk mengukur pH, hara NPK, C-organik, serta kadar garam tanah secara kilat.

Peranti ini dikolaborasikan dengan Pak Dayat AI, asisten pertanian berbasis WhatsApp yang menyajikan rekomendasi pemupukan secara praktis.

Merujuk pada penjelasan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo, rekam diagnosa dan rekomendasi dari piranti lunak ini menarik atensi banyak mitra pembangunan yang pada dasarnya siap bersinergi memajukan seluruh inisiatif lokal, termasuk pula Edufarmers dalam memacu pertanian agar lebih regeneratif.

"Satu aspek yang lain adalah bahwa Pak Dayat ini bisa juga diperkaya dengan rencana kami. Nanti juga akan melengkapi gerakan nasional untuk kesehatan tanah, kita punya peta kesehatan tanah dan nantinya iklimnya juga bisa disesuaikan," kata dia.

Bukan sekadar inovasi digital, Rachmat turut menyaksikan secara nyata praktik pertanian ramah lingkungan, layaknya teknik pengairan berselang Alternate Wetting and Drying (AWD) yang dipandang berdaya guna menghemat pasokan air serta mengikis emisi gas rumah kaca, hingga pengelolaan limbah panen tanpa pembakaran (no-burning rice farming).

Keseluruhan inovasi itu merupakan pencapaian dari tim peneliti Edufarmers yang telah menuntaskan lebih dari 100 siklus riset terhadap komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah sejak 2022.

Upaya ini menopang peran Edufarm sebagai mitra pelaksana yang menjembatani kebijakan makro pemerintah dengan kebutuhan mendesak di tingkat lapangan.

Ekosistem teknologi tersebut juga sudah dimanfaatkan oleh para petani lokal. 

Perwakilan Pelopor Tani Aris memaparkan bahwa perpaduan alat penguji tanah beserta petunjuk digital memberikan kemudahan dalam pemeliharaan lahan harian.

"Jadi ini adalah model yang bagus bagaimana kita meningkatkan produksi secara holistik. Tanahnya diperhatikan, iklimnya dilihat, kemampuan petaninya diamati, sampai nantinya akan ada ekosistem bagaimana membangun setiap komoditas," ungkap Kepala Bappenas.

Tags

Terkini