ARKO Bangun 3 PLTS Baru 34 MWp di Batam dan Bintan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:55:01 WIB
Ilustrasi PLTS [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan energi terbarukan, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperluas jangkauan bisnis energi bersihnya dengan menggarap tiga proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) baru di wilayah Batam dan Bintan dengan akumulasi kapasitas mencapai 34 megawatt peak (MWp). 

Ketiga fasilitas tersebut juga bakal ditopang oleh Battery Energy Storage System (BESS) berkekuatan 28,3 megawatt hour (MWh).

Direktur ARKO Ricky Hartono mengutarakan bahwa ekspansi ini menjadi babak baru bagi perseroan lantaran untuk pertama kalinya ARKO mengeksekusi pembangunan proyek PLTS sejak tahap awal sekaligus memadukannya dengan teknologi sistem penyimpanan daya.

"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," ujar Ricky dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Tiga proyek ini didapatkan ARKO melalui kesepakatan operational lease bersama PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), serta PT Bintan Resort Cakrawala (BRC).

Proses pengerjaan proyek direalisasikan lewat PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha ARKO yang berfokus pada pengembangan sektor PLTS. Kehadiran fasilitas BESS menjadi salah satu keunggulan pembeda dibanding portofolio PLTS ARKO sebelumnya.

 Teknologi ini memungkinkan pasokan listrik yang diproduksi oleh panel surya di siang hari disimpan terlebih dahulu untuk disalurkan sesuai kebutuhan, termasuk saat malam hari atau ketika cuaca kurang mendukung.

Dengan tambahan tiga instalasi baru ini, total daya energi terbarukan ARKO yang telah terkontrak kini menyentuh 118,1 MW. 

Kapasitas tersebut terbagi atas enam proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 62,8 MW serta lima proyek PLTS sebesar 55,3 MWp. 

Dari lima lokasi PLTS tersebut, tiga proyek teranyar milik ARKO akan terhubung langsung dengan BESS berkapasitas total 28,3 MWh.

Di luar proyek yang sudah terkontrak, ARKO masih memegang pipeline pengembangan energi terbarukan hingga melebihi 300 MW. Manajemen menilai kondisi ini sebagai peluang emas untuk terus memperbesar skala bisnis di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Ricky menjelaskan bahwa pembangunan tiga PLTS baru ini juga merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendongkrak nilai tambah bagi para pemegang saham sekaligus memperluas kontribusi ARKO dalam penyediaan pasokan energi bersih.

"Ini juga merupakan upaya kami dalam memaksimalkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh mitra kami. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih," kata Ricky.

“Ekspansi tersebut diharapkan mendukung percepatan transisi energi nasional dan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060,” tegas dia.

Tags

Terkini