JAKARTA — PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) memperoleh tambahan pasokan modal sebesar Rp40 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) guna menambah armada kendaraan sewaan.
Corporate Secretary PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA), Jerry Fandy Tunjungan mengungkapkan bahwa suntikan modal tersebut didasarkan pada penandatanganan Perjanjian Kredit bersama Bank CIMB Niaga yang difungsikan sebagai tambahan fasilitas pembiayaan.
Ia menerangkan bahwa tambahan fasilitas kredit tersebut berwujud Fasilitas Pinjaman Tetap senilai Rp40 miliar, sehingga plafon pokok yang semula berada di angka Rp60 miliar kini melonjak menjadi Rp100 miliar.
"Hal tersebut adalah untuk penambahan modal kerja perseroan," tulis Jerry dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026).
Jerry menambahkan bahwa dana dari tambahan fasilitas kredit yang dikucurkan oleh perbankan tersebut dialokasikan untuk pengadaan unit kendaraan baru yang bakal disewakan kepada para pelanggan perseroan.
Melalui langkah ini, pendapatan perseroan terkatrol naik seiring dengan kian berkembangnya skala operasional bisnis.
Berdasarkan catatan Bisnis.com pada Rabu (14/8/2026), fondasi utama ASSA masih ditopang oleh lini bisnis rental, jasa logistik, serta ekosistem jual beli kendaraan bekas.
Performansi bisnis inti perseroan menunjukkan tren positif. Pencapaian pendapatan rental pada semester I/2026 mampu menyentuh Rp1,04 triliun, atau terangkat 6,5% secara tahunan.
Sementara itu, raihan pendapatan sektor logistik berhasil mencatatkan angka Rp1,35 triliun, atau tumbuh 13,1%.
Di samping itu, skema bisnis long-term rental turut membuka peluang bagi ASSA untuk ikut menikmati imbas pertumbuhan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di lingkup korporasi.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menilai prospek ASSA tetap berada dalam jalur positif usai pendapatan pada semester I/2026 bertumbuh kisaran 8%, selaras dengan target ekspektasi pertumbuhan pendapatan sepanjang 2026.
Ditambah lagi, meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dianggap memberi katalis positif bagi deretan emiten transportasi seperti ASSA.
Mengutip catatan Bisnis.com pada Rabu (24/6/2026), ASSA masih mengandalkan skema pembiayaan perbankan guna menopang ekspansi usahanya.
Tahun ini, perseroan menyediakan dana belanja modal (capital expenditure/capex) mendekati Rp1,5 triliun yang porsi utamanya dialokasikan untuk pembelian armada kendaraan anyar serta peremajaan unit eksisting.
Walau demikian, perseroan tetap memilih mengambil sikap konservatif dalam mematok target performa 2026. ASSA membidik pertumbuhan pendapatan (top line) pada kisaran 5%-10% dengan peningkatkan laba bersih di taraf low double-digit.
Perseroan memandang masih terdapat sederet faktor eksternal yang terbilang dinamis dan sulit dikontrol, mulai dari fluktuasi harga energi, dinamika makroekonomi global, hingga pergeseran tren permintaan pasar.
Torehan kinerja ASSA pada kuartal I/2026 diwarnai oleh lonjakan pendapatan yang solid, kendati dari sisi laba bersih mengalami penyesuaian tipis.
Per Maret 2026, perseroan sukses membukukan pendapatan Rp1,54 triliun, atau terangkat 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari posisi Rp1,39 triliun di periode setara tahun sebelumnya.
Dari segi perolehan laba bersih, ASSA mengantongi angka sebesar Rp98,47 miliar, atau terkoreksi tipis 3,25% bila disandingkan dengan perolehan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.